Skip to content
You are here: Home
Sterilisasi Alat-alat dan Media Kultur Jaringan
Alat-alat yang dipakai dalam penanaman dalam kultur jaringan harus dalam keadaan steril. Alat-alat logam dan gelas dapat disterilkan dalam autoklaf. Alat tanam seperti: pinset dan gunting dapat juga disterilkan dengan pembakaran atau dengan pemanasan dalam bacticinerator khusus untuk scapel, gagangnya dapat disterilkan dengan pemanasan namun pisaunya dapat menjadi tumpul bila dipanaskan dalam temperatur tinggi. Oleh karena itu untuk bladenya dianjurkan cara sterilisasi dengan pencelupan dalam alkohol atau larutan kaporit.
Alat-alat kultur jaringan yang perlu disterilisasi sebelum penanaman adalah; Pinset, Gunting, - Gagang scapel, Kertas saring, Petridish, Botol-botol kosong, Jarum, Pipet

Autoklaf yang dapat digunakan ada bermacam-macam mulai dari yang sederhana sampai yang Programable. Autoklaf yang sederhana menggunakan sumber uap dari pemanasan air yang ditambahkan kedalam autoklaf. Pemanasan air dapat menggunakan kompor atau api bunsen. Dengan autoklaf sederhana ini tekanan dan temperatur diatur dengan jumlah panas dari api. Kelemahan autoklaf ini adalah bahwa perlu penjagaan dan pengaturan panas selama masa sterilisasi dilakukan secara manual. Tetapi autoklaf ini mempunyai keuntungan: sederhana, harga relatif murah, tidak tergantung dari aliran listrik yang sering merupakan problema untuk negara-negara yang sedang berkembang, serta lebih cepat dari autoklaf listrik yang seukuran dan setaraf.

Media dan Aquades Media dan aquadest yang akan digunakan dalam kultur jaringan (kuljar)juga disterilisasikan dalam autoklaf. Untuk aquadest sebaiknya dimasukkan dalam wadah kecil misalnya Erlenmeyer 250 ml dengan isi maksimum 100 ml, agar sterilisasi lebih efektif. Waktu sterilisasi sama dengan waktu untuk sterilisasi alat-alat yaitu 1 jam pada tekanan 17,5 psi.

Untuk media kultur
jaringan (kuljar) yang tidak mengandung bahan-bahan yang Heat-labile, sterilisasi dilakukan dengan autoklaf pada temperatur 121C, tekanan antara 15-17.5 psi dengan waktu antara 20-25 menit tergantung dari volume wadah dan volume media. Untuk 15 ml media dalam tabung reaksi atau botol kecil berukuran 75ml, sterilisasi dilakukan tekanan 15 psi dengan waktu 20 menit. Volume yang lebih besar membutuhkan tekanan yang lebih tinggi dengan waktu yang lebih lama. Dalam sterilisasi aquadest dan media, setelah waktu sterilisasi yang diinginkan sudah tercapai, autoklaf tidak boleh diturunkan tekanannya secara mendadak. Bila tekanan diturunkan mendadak, cairan didalamnya mendidih dan meluap (Bubbled up).

Untuk bahan-bahan kultur jaringan (kuljar) yang heat-labile, dalam bentuk larutan, sterilisasi dilakukan dengan menyaring larutan melalui filter yang mempunyai ukuran pori 0.20-0.22 dm. Diameter filter bermacam-macam tergantung dari volume larutan yang ingin disterilkan. Untuk volume larutan 10 ml, dipergunakan filter yang dipasang di ujung jarum suntik. Bahan yang heat labile seperti: GA3, Thiamin-HCI, Ca-panthothenate dan antibiotik: carbenocillin.

Botol-botol/tabung reaksi/erlenmeyer yang dipergunakan sebagai wadah kultur jaringan biasanya disterilisasi dalam oven. Botol-botol yang sudah dicuci bersih dimasukkan dalam oven dan dipanaskan selama 4 jam pada temperatur 160C. Setelah disterilisasi dapat langsung digunakan. Bila botol akan disimpan untuk beberapa lama maka sewaktu sterilisasi, mulut botol harus ditutup dengan aluminium foil.

Enkas Sebelum digunakan enkas kultur jaringan harus disterilisasi dengan menggunakan hand sprayer berisi spirtus atau campuran formalin 10% dan alkohol 70% dengan perbandingan 1:1. Setelah enkas tersebut disemprot kemudian dibiarkan terlebih dahulu kurang lebih lebih 10 menit, baru kemudian boleh digunakan. Sebab, bila enkas yang baru disemprot tersebut langsung digunakan. Maka formalin yang belum kering bila terkena api spirtus dapat meledak sehingga memecahkan enkas.

Laminar Penggunaaan formalin dalam laminar air flow dalam kultur jaringan,

"penggunaan formalin tidak dibenarkan sama sekali, karena uap formalin dapat terhembus kearah dada sipenabur sehingga berbahaya bagi kesehatannya. Strerilisasi pada laminar air flow yang dibenarkan adalah dengan spirtus atau alkohol 70%. "

Sebelum mulai bekerja, permukaan tempat kerja dari laminar air flow cabinet dilap dengan kapas yang telah dicelup dalam 70% alkohol atau dalam larutan kaporit. Ada juga tipe laminar air flow cabinet yang dilengkapi dengan lampu ultra violet. Sebelum kerja, lampu ultra violet dinyalakan selama beberapa waktu antara 1-2 jam untuk mematikan kontaminan dipermukaan tempat kerja.

Laminar air flow cabinet harus dijaga sebersih mungkin. Setelah bekerja, permukaan tempat kerja dibersihkan dengan alkohol 70% atau dengan lampu ultra violet selama 1-2 jam.

Bookmark and Share
 
Zat Pengatur Tumbuh pada Tanaman (plant regulator)
 Zat pengatur tumbuh pada tanaman (plant regulator), adalah senyawa organik yang tidak termasuk hara (nutrient), yang mempunyai 2 fungsi yaitu menstimulir dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Golongan ZPT :
 a. Auksin : NAA, IBA, IAA, 2,4D
b. Sitokinin : BA, TDZ, Kinetin, Zeatin
c. Gibereliin : GA3, GA4
d. Zat Penghambat : etilen, ABA

Peranan auksin:
  a. Pembentukkan akar
b. Induksi dan morfogenesis kalus
c. Peran fisiologis lain dominansi apical, pembungaan pada bromeliace, response tropisme serta menghambat pengguran daun, bunga dan buah.fototropisme, geotropisme, partenokarpi

Peranan GA :
a. Pembentukkan tunas dan akar bersama Auksin dan sitokinin
b. Pemanjangan sel
c. Peran fisiologis lain : pembentukkan bunga, pemecah dormansi biji.

Peranan Sitokinin :
a. Menstimulir terjadinya pembelahan sel
b. Pembentukkan tunas
c. proliferasi meristem ujung
d. mendorong pembentukan kloropil pada kalus e. Peranan fisiologis lain Sitokinin menahan menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil seimbang dalam daun ( daun menguning ketika protein pecah dan klorofil rusak)

Perananan ABA :
a. hormon tanaman yang secara alamiah disintesis dalam plastida atau kloroplas
b. tergolong zat penghambat tanaman atau inhibitor tanaman
c. diproduksi tanaman terutama bila tanaman berada dalam keadaan stress.

 Bookmark and Share
 
 
Membuat Stok Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Kultur Jaringan
Seperti halnya vitamin zat pengatur tumbuh juga dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, umumnya macam dan jumlah penggunaannya tergantung pada kebutuhan dan orientasi kultur jaringan termasuk pertimbangan bahan apa yang hendak dikultur jaringan .

Umumnya stok zat pengatur tumbuh untuk kultur jaringan dilakukan dengan dasar berat per volume (kepekatan). Biasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan antara 1-10 mg/ml. Sehingga pengambilannya tinggal memperhatikan berapa kebutuhan perliter yang diinginkan dan berapa kepekatan larutan stok yang telah dibuat.

pH terakhir dari media kultur jaringan setelah penambahan hormon, sebenarnya tidak perlu mengukur dengan tepat jumlah asam atau basa yang ditambahkan dalam membuat larutan persediaan. Tapi jumlah penambahan asam atau basa tepat dapat diperkirakan dengan mudah. Cara praktis, dapat dikatakan bahwa 5 ml 0,1 N Natrium hidroksida (0,4%) tiap 100 mg auksin dan 5 ml 0,1 N asam khlorid (0,86 ml Asam khlorid pekat dalam 100 ml air) tiap 100 mg sitokinin, adalah cukup.

Etil alkohol, dimetil sulfoksida dan pelarut organik yang lain kadang-kadang dipakai sebagai pembantu pelarut waktu membuat larutan persediaan hormon. Dalam memakai metode ini haruslah diingat bahwa kadar dari pembantu pelarut dalam media kultur Jaringan tidak boleh tinggi, karena toksik. Membuat larutan stok zat pengatur tumbuh untuk kultur jaringan sedikit berbeda dengan membuat larutan stok hara atau vitamin yang mudah larut hanya dengan aquadest. Untuk zat pengatur tumbuh diperlukan asam atau basa dan kadang pemanasan sebagai cara mempercepat larutnya bahan. Kalau zat pengatur tumbuhnya bersifat asam maka pelarutannya basa (NaOH 1 N) misalnya: IAA, NAA, IBA, 2,4-D. Sedangkan bila basa, maka pelarutannya adalah asam (HCI 1 N) misalnya dari golongan sitokinin. Untuk melarutkan zat pengatur tumbuh selain menggunakan asam dan basa dapat pula melarutkannya dalam alkohol 40%, atau melalui pemanasan saja. Berdasarkan pengalaman menggunakan tambahan asam atau basa lebih efektif dan tidak mudah mengalami pengendapan. Kerusakan larutan stok zat pengatur tumbuh umumnya ditandai dengan munculnya jamur, bakteri, larutan menjadi keruh. Jika demikian lebih baik tidak dipergunakan lagi

Contoh pembuatan larutan stok zat pengatur tumbuh dengan kepekatan 1 mg/ml sebanyak 100 ml, dan prosedurnya adalah sebagai berikut:

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Results 1 - 4 of 29

Product

Esha Product

Bahan Media
Bahan Media
 Call for Pricing

Autoklave Listrik + Bakar
Autoklave Listrik + Bakar
 Call for Pricing

Bahan Sterilisasi
Bahan Sterilisasi
 Call for Pricing

Paket Lab. Seribu Kultur
Paket Lab. Seribu Kultur
Rp.1,000,000
Add to Cart


Lamnar AirFlow
Lamnar AirFlow
 Call for Pricing

Alat Pembuatan Media
Alat Pembuatan Media
 Call for Pricing

Peket Laboraturium Lengkap
Peket Laboraturium Lengkap
Rp.10
Add to Cart


Hormon Akar
Hormon Akar
 Call for Pricing

Peralatan Tanam
Peralatan Tanam
 Call for Pricing

Autoklave Listrik
Autoklave Listrik
 Call for Pricing

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Thank's To My Visitors

69039 Visitors

Who's Online

We have 2 guests online