Print
Oleh: Edhi Sandra
Pecinta dan peneliti anggrek
www.eshaflora.com

Pendahuluan
            Tidak jarang masyarakat kota walaupun tinggal di perkotaan atau di daerah perumahan akan tetapi mengalami kesulitan di dalam menanggulangi biaya operasional keluarga.  Hal ini disebabkan adanya fluktuasi atau roda kehidupan yang terus berputar. Disuatu saat ada di atas dan disaat yang lain ada di bawah.
            Banyak tetangga yang Kepala keluarganya bekerja sebagai buruh pabrik dengan sistem kontrak, atau bekerja disuatu perusahaan swasta kemudian di PHK, atau pensiunan pegawai negeri, di tambah dengan semakin naiknya biaya hidup, biaya kesehatan, biaya pendidikan yang kesemuanya membuat kelompok ini termasuk  ‘ Kelompok miskin yang terabaikan oleh pemerintah ‘, tidak mendapat fasilitas tunjangan dan bantuan sosial dari pemerintah karena dianggap mampu.
            Untuk itulah perlu adanya usaha untuk memberdayakan kelompok yang terabaikan ini. Lalu pertanyaannya bentuk usaha apa yang dapat dikembangkan di areal komplek perumahan yang tidak memerlukan lahan yang luas.
            Salah satu usaha tersebut adalah pembentukan Kelompok Tani Perkotaan.  Kenapa disebut Tani Perkotaan. Hal ini merupakan suatu analog bahwa petani perkotaan ini sama seperti petani di desa yang sehari-hari membudidayakan tanaman demikian pula dengan Petani Perkotaan adalah orang yang mampu membudidayakan tanaman untuk keperluan diri, keluarga dan lingkungannya dengan segal keterbatasan yang ada.  Dalam hal ini diperlukan kemampuan dan keterampilan dalam membudidayakan di lahan sempit, system hidroponik, system budidaya vertical, pembuatan pupuk organic sendiri, pembuatan pupuk hayati sendiri, dengan demikian pertanian perkotaan mampu merubah potensi yang ada disekitarnya dan memodifikasi kondisi lingkungan untuk membudidayakan berbagai tanaman diantaranya adalah Anggrek. Anggrek menjadi prioritas karena selain ragam pesonanya yang sangat cantik dan juga nilai komersialnya yang cukup menarik.

Kelompok Tani Anggrek Perkotaan  ‘Macodes’
            Pemerintah Bogor melalui Dinas Pertaniannya mengembangkan Kelompok Tani Anggrek Perkotaan ‘Macodes’ di daerah kami, di Taman Cimanggu Bogor, Kelurahan Tanah Sareal Bogor. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok Tani yang ada di Kotamadya Bogor.
            Kelompok Tani Anggrek Perkotaan ‘Macodes’ merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat perkotaan. Dalam hal ini targetnya adalah pensiunan, orang yang terkena PHK, ibu-ibu rumah tangga, pemuda-pemudi yang masih menganggur.
            Adapun bentuk usaha yang akan dikembangkan adalah pembenihan dan pembibitan anggrek, bekerjasama dengan Esha Flora dan isntansi terkait, Dinas Pertanian Bogor berkomitmen untuk menjadi Bogor sebagai kota anggrek….wah pasti cantik ya…kalau ada anggrek berbunga dimana-mana…
            Hal ini cukup realistik bila dilihat bahwa di bogor terdapat kebun raya bogor yang merupakan lembaga dengan koleksi anggrek terbesarnya, adanya IPB bogor merupakan lembaga riset dan pendidikan yang terkemuka yang dapat menopang iptek yang perlu dikembangkan, adanya badan-badan penelitian seperti Balithi (balai Penelitian Tanaman Hias), maka hal ini perlu di manfaatkan dan dikembangkan kearah pemanfaatan berupa usaha agrobisnis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu pengembangan agribisnis pembenihan dan pembibitan anggrek dalam botol.
            Dalam realisasinya diperlukan adanya lembaga yang dapat membimbing dan mendampingi kelompok tani tersebut dalam hal ipteknya secara real. Untuk itu maka Esha Flora dengan sukarela bersedia membanu pengembangan kelompok Tani Perkotaan ini. Esha Flora adalah suatu lembaga yang memang sudah sejak awalnya menerapkan secara real kultur jaringan skala rumah tangga, dengan pengalamannya maka sudah banyak modifikasi dan terapan di dalam metodenya yang membuat kultur jaringan dapat dilaksanakan secara sederhana.

Pelatihan Kelompok Tani Anggrek
            Dalam realisasinya maka peningkatan kualitas SDM dalam menangani anggrek menjadi prioritas utama. Oleh sebab itulah maka Dinas Pertanian mengadakan Pelatihan Kelas Lapang yang dilakukan selama 10 minggu. Dengan materi melingkupi : pengenalan anggrek, teknik perawatan anggrek, teknik penyerbukan dan penyilangan anggrek, teknik penaburan biji dan penjarangan, teknik pencatatan dan dokumentasi, teknik budidaya bunga potong, penanggulangan hama penyakit dan masih banyak lagi.
            Dalam pengembangan kelompok ini, Dinas Pertanian akan memberikan modal yang akan digunakan sebagai modal awal untuk usaha.  Modal usaha tersebut akan dialokasikan untuk :
Pengembangan benih dan bibit anggrek botolan
Pembesaran bibit anggrek yang bernilai komersial.
Penjualan anggrek secara langsung sebagai sarana berlatih interpreneur.
Memporduksi benih/ buah anggrek dengan mengawinkan indukan yang bagus dan bernilai komersial.
Prioritas pengembangan berdasarkan kondisi perkotaan maka yang akan diperkuat adalah dalam hal pembibitan anggrek dalam botol.  Anggrek-anggrek yang berkualitas akan di perbanyak dengan metode kultur jaringan.  Dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan dengan sistem inti plasma. Bagi anggota akan dibagi berdasarkan karakter orangnya siapa yang akan menangani pembesaran anakan anggrek, siapa yang akan melakukan trading, siapa yang akan melakukan pembibitan dlam botol.
Bagi anggota yang mengembangkan pembibitan dalam botol akan dilatih teknologinya dan akan diberi seperangkat alat tanam dengan menggunakan enkas. Dan akan diberi media kultur steril dan botol anggrek yang siap di subkultur atau diperbanyak.

Semangat Go Green dan Kelompok Tani Anggrek ‘Macodes’
            Di Rw 10 Taman Cimanggu Bogor, masyarakatnya sudah memilki semangat dan motivasi yang tinggi untuk menghijaukan lingkungan, bahkan tidak hanya hijau tapi juga warna warni bunga anggrek.  Di Rw 10 ini sudah dibentuk kelembagaan Go Green dan telah dibentuk tim satgas dan tim perencanaan yang terus menjaga agar kegiatan ini dapat terus berlanjut.
            Dengan adanya program Petani Anggrek oleh Dinas Pertanian, diharapkan akan dapat sinergis dengan program Go Green dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan para warga.  Semoga program ini dapat berjalan dengan baik. Mohon bantuan, dukungan dan juga saran membangun. Terima kasih.

Bogor, 19 April 2011