Ditulis Oleh Ir. Edhi Sandra MSi, Ir Hapsiati & Azizah Zahra S Hut. Founder Esha Flora Plant And Tissue Culture

 

 

 

Pendahuluan

Banyak pihak menanyakan mengenai aklimatisasi dari kultur jaringan ke dalam aquarium, apakah sulit? Persentase keberhasilan berapa persen? Pertanyaan ini sebenarnya wajar saja karena para penanya tersebut berusaha menjajaqi dan memahami, apakah budidaya kultur jaringan Anubias memungkinkan untuk dilakukan atau tidak? Sulit atau tidak? Margin keuntungannya bagaimana?

Memang kalau kita belum pernah melakukan itu semua maka menjadi sesuatu yang sangat besar, sesuatu yang baru yang memerlukan perhatian, ketekunan dan ketelatenan. Di satu sisi kultur jaringan sudah menjadi sesuatu yang sangat menakutkan, karena dipersepsikan sangat sulit, njelimet, persentase kegagalan besar, waktu lama dan berbagai persepsi negative lainnya. Setelah kultur jaringan anubias jadi dan siap dimasukkan ke dalam aquarium, bagaimana tingkat kesulitannya, biasanya banyak yang gagal dan pada akhirnya mati

Untuk itulah maka arikel ini dibuat untuk menjawab berbagai macam pertanyaan dan untuk mengantisipasi persepsi negative yang berkembang di masyarakat.

Apa yang dipersepsikan oleh banyak orang tersebut memang berawal dari beberapa kasus yang ditemui mengalami hal seperti tersebut, tetapi bukan berarti tidak ada solusi untuk mengantisiasinya.

Teknologi kultur jaringan memang suatu teknologi yang membutuhkan persiapan dan proses yang panjang. Bila persiapan dan proses tersebut kita pilah-pilah dan kita kerjakan secara gotong royong, berbagai pekerjaan maka faktor kesulitan dan kegagalan dapat diantisipasi.

Esha Flora berusaha agar titik kritis, dan faktor-faktor kesulitan yang ada, sudah ditangani oleh Esha Flora sehingga masyarakat hanya mengerjakan bagian yang sangat dimungkinkan dan hanya dengan kondisi/lingkungan yang sederhana.

 

Kultur Jaringan Anubias

1. Esha Flora sudah melakukan inisiasi dan memperbanyak anubias dengan stok kultur tertentu, dengan demikian masyarakat atau para hobies dapat langsung membeli kultur steril dari Esha Flora dan melakukan multiplikasi kultur jaringan sendiri.

2. Multiplikasi atau subkultur anubias, tidak harus memiliki laboratroium kultur jaringan, cukup dengan membeli enkas kaca, alat tanam, bahan dan alat sterilisasi, media kultur steril dan anubias steril, maka dia sudah dapat mengerjakannya di rumahnya sendiri (misalnya di dalam kamarnya) dan hasil perbanyakan bisa di letakkan di meja atau tempat yang terkena sinar lampu, maka dia sudah dapat melakukan kultur jaringan Anubias di rumahnya sendiri. Setelah 3 bulan Anubias yang sudah disubkultur maka akan menjadi banyak dan perlu disubkultur kembali maka tinggal beli kultur media steril, dan di subkultur kembali.

3. Bila tidak paham cara melakukan subkultur maka bisa mengikuti pelatihan singkat untuk subkultur dan perbanyak anubias sendiri di rumah hanya dengan biaya pelatihan Rp. 500.000 (setengah hari), maka sudah bisa perbanyakan Anubias sendiri di rumahnya.

4. Bila hasil perbanyakan sudah banyak maka bisa diaklimatisasi ke dalam aquarium dan kemudian di jual. Atau terus diperbanyak agar hasil perbanyakannya dapat sustainable

5. Bila hasil perbanyakan/ subkultur anubias sudah mulai banyak maka bisa beli rak kultur di Esha Flora atau bikin rak kultur sendiri dengan diberi lampu sinar putih, maka tidak terasa maka jumlah akan cepat banyak, apalagi kalau kita rajin melakukan subklultur. Dan bila hal ini sudah berhasil maka, metode ini bisa di copy paste untuk berbagai macam tanaman lain yang ada di Esha Flora, seperti anggrek, maka anda bisa membeli media kultur steril anggrek di Esha Flora dan memperbanyaknya sendiri di rumah, maka secara tidak disadari sebenarnya anda sudah mampu melakukan kultur jaringan Anubias dan Anggrek di rumah. Dan hal ini akan menjadi peluang yang bagus untuk menghasilkan financial. Hal ini sangat dimungkinkan karena produk tanaman yang dihasilkan merupakan produk tanaman hasil kultur jaringan yang berkualitas sehingga tidak akan mengalami kesulitan untuk memasarkannya.

6. Demikian pula untuk berbagai jenis tanaman kultur jaringan yang ada di Esha Flora. Ada sekitar 150 jenis kultur tanaman di Esha Flora yang bisa dikembangkan sendiri di rumah anda. Ada tumbuhan obat, tanaman hias, anggrek, tanaman air, tanaman hortikultura, jenis pohon, tanaman buah dll. Anda tinggal beli kultur sterilnya di esha Flora dan memperbanyaknya sendiri. Anda tidak perlu mengalami titik kritis atau titik sulit dalam kultur jaringan yaitu inisiasi, karena sudah dilaksanakan oleh Esha Flora. Untuk memperbanyaknya/ subkultur persentase kegagalan hanya sekitar 10%, dan itu bisa terus ditingkatkan ketrampilannya.

 

Aklimatisasi Anubias Kultur Jaringan ke Dalam Aquarium

1. Setelah jumlah kultur Anubias anda sudah memadai jumlahnya maka sebagian bisa diaklimatisasi ke dalam aquarium.

2. Secara teoritis ilmiah, perpindahan tanaman anubias dari dalam kultur ke dalam aquarium termasuk dalam klasifikasi tidak sulit, berbeda bila dari kultur jaringan ke luar/ udara terbuka. Aklimatisasi anubias hasil kultur jaringan ke dalam lingkungan air (Aquarium) relative lebih mudah karena:

1. Kondisi dari dalam botol kultur ke dalam lingkungan air tidak terlalu jauh berbeda bila dibanding kondisi udara terbuka. Satu hal yang menjadi titik kritis adalah kontaminasi dan kondisi anaerob (kekurangan oksigen untuk respirasi), tapi justru pengalaman mitra kami dengan pemberian CO2 pada aquarium memberikan hasil pertumbuhan yang baik bagi anubias. Mungkin hal ini menyebabkan suplai bahan baku untuk fotosintesis dapat berjalan dengan baik, yaitu CO2 + H2O menjadi O2 + C6 H12 O6, mungkin dengan demikian suplai oksigen secara automatis tersuplai dari proses fotosintesis yang berlangsung dengan baik.

2. Untuk proses adapatasi maka sangat ditentukan oleh kecepatan di dalam menumbuhkan organ baru yang dapat beradaptasi pada kondisi lingkungan air yang baru. Oleh sebab itulah maka kondisi kultur tanaman yang masih muda, berukuran kecil, dan pertumbuhan yang tinggi, sangat membantu di dalam proses adaptasi ke lingkungan air yang baru.

3. Untuk mengatasi kontaminasi, atau serangan mikroba patogen maka bisa digunakan filter air berlapis (filter untuk pengotor besar, seperti serasah, algae. Lumut,serasah tanaman; filter untuk ukuran yang lebih kecil seperti plankton, zooplankton dll, dan yang terpenting adalah filter HEPA yang mampu menyaring mikroba (spora jamur/cendawan dan bakteri) sampai ukuran mess dibawah 0,3 mikron) yang mampu menyaring algae, mikroba sehingga air bisa tetap bersih dan steril. Bila proses filter ini dapat berjalan dengan baik maka perlakuan pemupukan hormone dan organik akan dapat diaplikasikan dengan baik dan pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan yang optimal dan bisa diatur sesuai dengan keinginan kita, dengan memberikan formula yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan tersebut.

4. Disamping itu untuk menjaga agar tidak terjadi wabah mikroba maka untuk jaga-jaga di media air juga diberikan antisiptik, seperti PPM (Plant Preservatif Mixture) 2 mg/l atau bisa pula menggunakan antibiotic proanalis streptomicine dan cloramfenicole masing-masing 250 mg/l

5. Bila anda menggunakan pupuk organik dan hormone sebaiknya aquarium ditutup bagian atasnya /tidak terbuka, untuk mengurangi terjadinya kontaminasi mikroba dari udara. Jadi sebaiknya semua proses ini dilakukan dalam kondisi steril dan bersih, maka hasilnya spektakuler.

6. Kondisi lingkungan di dalam aquarium sebaiknya memadai untuk pertumbuhan tanaman seperti sinar, suhu air, sirkulasi air (menggunakan aerator) untuk membantu proses transpirasi tanaman, dibantu dengan sirkulasi air yang baik sehingga diharapkan alokasi makanan dari akar ke daun dapat berjalan dengan baik. Sinar juga sebaiknya mengalami durasi dan intensitas yang memadai. Lama penyinaran sekitar 12-14 jam, intensitas sekita 5.000 -8.000 lux atau lampu LED 13 watt. Di dalam air untuk sinar bisa dibantu dengan infra mera untuk membantu proses metabolisme /pertumbuhan vegetative. Untuk tanaman air berbunga bisa dibantu dengan sinar ultraviolet (ada ngga ya tanaman air berbunga di dalam air?)

7. Untuk mengatur bentuk atau morfologi tanaman anubias bisa dibuat formula sesuai keinginan.

 

1. Untuk bentuk anubias yang kecil kecil rimbun dan tebal bisa menggunakan formula : BAP 10 mg/l, Kinetin 8 mg/l, 2,4 D 2 mg/l, GA3 2mg/l, Paclobutrazol 0,5 mg/l

2. Untuk formula anubias berdaun besar dan bongsor bisa menggunakan formula: TDZ 0,5 mg/l, BAP 0,5 mg/l, GA3 0,5 mg/l, 2,4 D 0,5 mg/l

3. Untuk formula anubias berdaun besar rimbun kompak bisa menggunakan formula: TDZ 1 mg/l, BAP 0,5 mg/l, Kinetin 0,5 mg/l, GA3 2 mg/l, 2,4 D 0,5 mg/l, Paclobutrazol 1 mg/l

4. Untuk formula anubias yang berdaun besar lebar dan batang memanjang bisa menggunakan formula: TDZ 0,01 mg/l, BAP 0,01 mg/l, Kinetin 0,01 mg/l, 2ip 0,01 mg/l, GA3 0,5 mg/l, NAA 0,01 mg/l, KNO3 2 g/l

8. Sebaiknya tidak dicampur dengan ikan, karena ikan berpeluang mengeluarkan feses dan urine yang berpeluang mengandung mikroba, dan hal ini sangat berbahaya bila mikroba tersebut bersifat patogen.

 

Esha Flora Mengadakan dan Menyediakan Semua Kebutuhan Untuk Buiddaya Anubias Ini

1. Enkas kaca kecil Rp. 500.000

2. Paket alat tanam dienkas (petridish, scalpel, pinset, gunting)Rp 200.000

3. Peralatan sterilisasi (sprayer, alcohol, betadine, kapas) Rp 50.000

4. Media kultur steril anubias per botol Rp. 5.000

5. Kultur Anubias steril per botol kecil Rp. 50.000

6. Rak kultur + lampu Rp. 2.000.000

7. Perlengkapan tutup botol kultur (karet, plastic wrap, plastic)Rp. 50.000

8. Pelatihan singkat anubias (setengah hari) Rp. 500.000

9. Tanaman Anubias hasil kultur jaringan per tanaman Rp. 20.000

Catatan: Satu botol kultur anubias terdiri dari 3 eksplan. Dan satu botol bisa diperbanyak menjadi sekitar 10 – 20 eksplan. Bila satu botol kultur diisi 3 eksplan, mak di hasilkan sekitar 7 botol kultur yang dalam waktu sekitar 3 bulan akan menjadi rimbun dan bisa diperbanyak kembali. Bila satu botol kultur steril harga Rp 50.000 maka dalam waktu 3 bulan nilai nominal sudah berkembang menjadi Rp. 50.000 x 7 botol kultur = Rp. 350.000.

Bila anda diawal membeli 10 botol kultur anubias maka dalam wakti 3 bulan menjadi 10 x 7 + 70 botol kultur (subkultur pertama). Kemudian setelah 3 bulan lagi disubkultur lagi menjadi: 70 x 7 = 490 botol kultur (dalam waktu 6 bulan) bila nilai 1 botol kultur adalah Rp. 50.000, kaka nilai nominal kultur anubias selama 6 bulan adalah 490 x Rp. 50.000 = Rp. 24.000.000.

 

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan. Terima kasih