Print

 

 

TANYA JAWAB SEPUTAR BUKU, MUTASI & VARIEGATA

Dijawab oleh : Ir. Edhi Sandra, MSi

 

 

Bogor banyak memiliki petani tanaman hias di Taman sari Ciapus dan juga tersebar di sekitar bogor. Bogor juga menjadi suplai tanaman hias variegata. Pembeli dari luar negeri langsung ke ciapus. Mereka memborong tanaman hias tropis vatiegata. Petani sekarang sudah berani beli tanaman hias jutaan rupiah karena mereka juga sudah mendapatkan pembelinya dari luar negeri. Stok habis, tanaman semakin jarang. Laju pembelian jauh lebih cepat dibanding hadil perbanyakan konvensional. Tanaman eksklusif variegata semakin melangit. Semoga topik yang saya sampaikan dari buku yang saya buat Rahasia Membuat Mutasi dan Variegata bisa membantu para petani.

 

 

1.      INFORMASI TENTANG BUKU  RAHASIA MEMBUAT MUTASI DAN VARIEGATA

 

Ø  Saya membuat buku mengikuti program tantangan membuat buku dalam 1 bulan. Bila berhasil akan diterbitkan dan mendapatkan ISBN. Dalam kaitan dengan ini mohon maaf tidak ada dana untuk mencetak dalam jumlah besar oleh sebab itulah maka di lakukan PO (Pre order), maksudnya bagi yang berminat bisa pesan, transfer dan dicetakkan bukunya untuk tahap awal Preorder sudah terlewati jumlah pemesannya maka saya mencapai 120 lebih. Oleh sebab itulah saya mencetak buku dalam jumlah 200 buku

Ø  Informasi dari percetakan akan selesai dicetak sekitar akhir juni, yaitu tanggal 25 Juni. 2020

Ø  Begitu buku sudah dikirim dan sampai di kami akan langsung kami kirimkan ke pemesan.

Ø  Sengaja saya mengikuti program dan penerbit ini, tidak dipenerbit besar, agar buku dibuat dengan sederhana sehingga harga murah, dengan harapan harga buku menjadi tidak mahal. Harapan para pedagang kecil dan para petani, tifak terlalu berat membeli buku ini.

Ø  Target dari pembuatan buku ini adalah meningkatkan pengetshuan, kemampuan dan keterampilan dalam membuat tanaman variegate

Ø  Oleh sebab itulah saya membentuk group ini untuk membantu meningkatkan pemahsman dan penguasaan materi buku

Ø  Tidak hanya itu, nanti kita bersama akan melakukan praktek pembuatan variegata yang dikordinir sehingga akan mendapatkan hasil yang beragam, pada berbagai tanaman yang diujicobakan oleh peserta praktek. Sehingga keuntungan kita akan mendapatkan cara membuat variegata dari semua praktek tersebut

Ø  Harapan hasil ini bisa diaplikasikan dan dikembangkan sehingga, kita mampu mendapatkan tanaman variegata yang berkualitas.

 

 

2.      MERAWAT ORGAN TANAMAN YANG VARIEGATA FULL

 

Ø  Rupanya sudah pada tidak sabar ya. Saya berharap tidak harus saya yang menjawab, siapapun boleh urun rembug kalau ada pengalaman otodidak mapun informasi yang didapat. Justru dari ragam info dan pengalaman rersebut kita akan dapat lebih mengevaluasi metode dan perawatan maupun perlakuan variegate

Ø  Organ atau daun variegata full, putih bersih, apalagi kalau sampai dalam bentuk individu full semua putih, maka kita harus merawatnya dengan super untensif agar bagian yang variegata full tersebut tidak mati

Ø  Biasanya organ atau daun atau individu full variegata akan cepat mati, secara berlahan kering kecoklatan

Ø  Hal ini disrbabkan pada bagian yang variegata full, tidak memiliki organ-organ sel yang lengkap, termasuk klorofil dan zat warna daun. Diduga juga mengalami kesulitan dalam metabolisme agar dapat bertahan hidup. Tapi yang perlu diingat bahwa bagian yang putih tersebut adalah sel, jaringan, organ atau individu hidup, yang tifak berdaya untuk mensuplai semua kebutuhan hidupnya

Ø  Oleh sebab itulah kita wajib mensuplai dari luar untuk menyediakan semua kutuhannya untuk tetap hidup dan tumbuh.

 

·         Kebutuhan utama untuk tetap dapat tumbuh dengan baik adalah ketersediaan :

 

1. Sumber energi, dalam hal ini diperlukan sumber energi yang siap pakai yaitu glukosa. Tapi bila tidak ada bisa menggunakan gula putih, gula kelapa, gula aren, molasis, madu, ekstrak kurma.

2. Unsur hars terutama terkait dengan mineral untuk mensuport kebutuhan unsur hara mikro essensial, wajib ada walau dalam jumlah yang sangat sedikit.

3. Vitamin. Berdasar dari kebutuhannya yang diperlukan adalah vitamin B1, B2, B6, B 12, dan juga vit E.. bisa juga kita memakai vitamin B komplek IPI atau neurobion. Dosis 1/2 pil dalam untuk 1 liter air.

4. Asam amino, bisa menggunakan pepton atau casein hidrolisat, glisin atau air kelapa, atau aminoloban. Atau bisa buat dari hewan atau protein yang telah diuraikan dengan enzim protease.

5. Hormon pertumbuhan,terutama kombinasi sitokinin dan giberelin dalam formula untuk menjaga viabilitas dan daya tahan tanaman. Bisa menggunakan air kelapa. Ekstrak antanan (mengandung hormin sitokinin), eceng gondok (mengandung hormon pembungaan, GA3), bawang putih, sirih (mengandung auksin)

6. Asam lemak bisa menggunakan jenis lemak yang sudah ada dipasaran dan diuraikan dengan enzim lipase (pengurai lemak), bisa menggunakan tanaman obat untuk diet, seperti  jati belanda, atau rimpang bangle mengandung mikroba pengurai lemak.

 

Jadi intinya kita tidak cukup hanya memberikan pupuk saja, karena bagian variegata tersebut tidak manpu memvuat makanan sendiri.. jadi harus diberi makanan instan seperti diatas. Poin-poin diatas adalah yang diperlukan oleh sel atau jaringan variegata untuk tetap hidup. Tinggal anda buat foemula yang mencakup poin-poin diatas. Dan diberikan dengan cara disrmprotkan kebagian variegata dan juga di media tanam. Dan juga jangan terlalu kena kondisi ekstrim akan cepat tua dan mati.

                                                                                        

 

3.      INVASI VARIEGATA DAN MUTASI PADA SUATU TANAMAN

 

 

Vareigata yang hanya bagian tertentu saja, kadang muncul, jadang tidak. Ada yang permanen pada daun. Ada juga yang pwrmanen sampai batang. Bahkan ada yang permanen sampai buah. Justru hal inilah nanti yang bisa kita jadikan penilaian dalam kualitas variegata suatu tanaman.

 

Penilaian tertinggi suatu tanaman variegata adalah:

1. Variegata terdapat pada semua organ: daun, batang, bunga dan buah. Stabil dan permanen

2. Corak variegatanya kontras (putih susu terang) dan beragam, stabil dan permanen

3. Variegata bercampur dengan mutasi gold, mutasi warna dan bentuk daun.

4. Variegata bercanpur dengan mutasi : compacta atau cristata. Wah tambah hebat dan mahal

 

 

4.      PERBANYAKAN BERULANG UNTUK MELIHAT EKSPRESI  GEN YANG MENGALAMI VARIEGATA

 

Dugaan saya, variegata karena virus. Awalnya karena virus, tapi karena yang terserang adalah DNA maka dampaknya bisa permanen. Untuk menguji dan melihat perkembangannya dengan melakukan stek berulang, untuk melihat ekspresi gennya.

 

5.      MEMULAI AGRIBISNIS TANAMAN VARIEGATA

 

1. Belajar memperbanyak tanaman variegata. Sekaligus belajar merawat dan menstabilkan dan menpermanenkan sifat variegata yang ada.

2. Mengklasifikasi variegata yang ada, dan terus memperbanyaknya dan menjual yang sudah stabil dan permanen

3. Variegata akan terus memunculkan ragam variegatanya sampai pada akhirnya stabil, sehingga kita nasih bisa mendapatkan corak invasi variegata yang lebih hebat, atau bisa juga kembali ke normal.

4. Belajar merawat dan meningkatkan kualitas tampilan variegata dan menjaga kualitas dan kestabilan variegata.

5. Belajar memperbanyak dengan teknologi modern, yitu kultur jaringan, katena peluang untuk memperbanyak dan memunculkan variegata akan jauh lebih besar dengan kultur jaringan.

6. Belajar menginduksi atau membuat variegata secara bertahap, satu persatu dengan sumber pembuat variegata tertentu berlanjut dengan sumber variegata lainnya secara bertahap.

7. Menggabungkan perlakuan beberapa sumber penyebab variegata sekaligus untuk menghasilkan mutadi dan variegata yang spektakuler.

8. Merawat sediaan tanaman yang akan digunakan sebagau bahan perlakuan mutasi dan variegata . Ini khusus di dalam kultur jaringan. Tujuan untuk menghasilkan mutasi dan variegata yang berkelanjutan, tidak stagnan.

 

6.      PERBEDAAN MUTASI DAN VARIEGATA

Yang dimaksud mutasi adalah sebuah perubahan bentuk (morfologi , anatomi, fisiologi) termasuk juga dalam hal ini perubahan corak warna daun. Pengertian mutasi ini yang mengalami perubahan adalah pada level gen nya, pada level kromosom. Dengan demikian perubahan ini bersifat permanen terhadap ekspresi/sifat yang dihasilkan oleh perubahan tersebut. Sedangkan Variegata adalah perubahan mutasi yang terkait dengan berubahnya sebagian atau seluruhnya warna jaringan atau organ menjadi putih. Berarti dalam hal ini maka Variegata adalah bagian dari mutasi.

 

Permasalahannya adalah bagaimana kita tahu bahwa itu nerupakan perubahan mutasi bukannya perubahan fisiologis dan "psikologis".

Untuk mengetahui hal tersebut maka bisa dievaluasi berdasarkan :

1. Kestabilan dan kepermanenan perubahan yang terjadi.

2. Keteraturan perubahan terhadap faktor tertentu.

3. Dugaan sumber / faktor penyebab perubahan, masuk kategori penyebab mutasi atau tidak.

 

 

7.      INFO PENTING UNTUK MENDAPATKAN  MUTASI KRISTATA

 

 

Dulu waktu kecil.. Ayah melarutkan tiga batang rokok dalam air, terus ujung tanaman puring yang masih muda dipotong dan ditetesi air rokok ini. Dan tanaman berubah cara tumbuh batangnya dari bentuk bulat menjadi pipih lebar. Mungkin Ayah waktu itu secara tidak langsung  mengingatkan kalau tanaman saja jadi bermutasi apalagi paru2 yang lebih halus

 

Tanggapan:

1. Wah ini informasi penting untuk mendapatkan mutasi yang disebut dengan kristata, mutasi yang terjadi pada batang yang pipih dan sistem tumbuhnya titik daun yang menmbentuk seperti kipas.

2. Dari informasi tersebut bisa dibuat ekstrak tembakau (melarutkan 3 batang rokok dalam air) dan digunakan sebagai sumber rangsangan untuk mendapatkan mutasi. Diujicobakan dengan berbagai konsentrasi dan dosis.

3. Perlu dikritisi apakah perubahan karena ekstrak tembakaunya atau mungkin juga oleh subtitusi bahan pembuat rokok lainnya.

4. Perlu di ujicobakan pada berbagai jenis tanaman untuk melihat ragam dampaknya.

5. Perlu penelitian yang dalam dan luas, akan lebih cepat bila kita nanti secara bersamaan ( anggota group ini lebih dari seratus ) dan semua melakukan ujicoba sesuai dengan yang diinginkan, dengan evaluasi metode yang benar secara ilmiah. Wah hasil percobaan semua itu akan menjadi informasi yang sangat hebat.

 

8.      MUTASI DAN VARIEGATA YANG PERNAH DILAKUKAN

 

 

1. Sejak awal, saya suka sekali untuk menghasilkan penemuan baru,  hasil yang baru, inovasu dan kreasi baru. Bidang saya adalah fisiologi tumbuhan, bioteknologi dan genetika. Dan kebetulan di IPB University saya di Divisi Bioprospeksi dan Konservasi Keanekaragaman Tumbuhan . Biodiversity Indonesia sangat spektakuler dan itu semua menunggu untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.

2. Penelitian mutasi poliploid tanaman obat tabat barito, sanrego, pule pandak, jenis pohon, pule, ramin, jelutung, pohon labu.

3. Penelitian mutasi pliploid anggrek hitam, anggrek macodes, anggrek kribo. Aglonema, anthurium

4. Perlakuan mutasi variegata menggunakan EMS, streptomicine, giberelin pada bonggol anthurium jemanii.

5. Perlakuan variegata pada biji anthurium dengan giberelin dosis tinggi (dilakukan oleh Bu Merry)

6. Perlakuan sinar UV pada tanaman anthurium.

7. Perlakuan mutasi sinar gamma pada tumbuhan obat pule pandak, skripsi mahasiswa.

8. Kultur jaringan tanaman variegata zamio sp (dolar), kestabilan variegata.

9. Kultur jaringan tanaman variegata anubias

 10. Kerjasama dengan PT RAV untuk kultur jaringan variegata. Sudah diinisiasi ribuan eksplan, yang berhasil steril sekitar 250 eksplan.

                                                      

 

9.      MEMBUAT VARIEGATA DENGAN MUTASI GEN

 

1.Harus disiapkan bahan tanaman yang akan dimutasi. Pengertian bahan tanaman dalam hal ini  lebih spesifiknya adalah titik tumbuh yang akan diberi perlakuan variegata, karena hanya titik tumbuhlah yang akan menghasilkan variegata permanen.

Pengertian titik tumbuh ini adalah semua titik tumbuh, prinorfia (cikal bakal tumbuhnya organ tunas, akar, atau bunga. Titik tumbuh tetdapat pada tanaman dikotil titik tumbuh apikal dan titik tumbuh lateral, pada tanaman minokotil hanya titik tumbuh apikal. Titik tumbuh terdapat pada biji, yang di dalamnya sda embrio dan pada embrio ada titik tumbuh tunas dan titik tumbuh akar. Titik tumbuh juga ada pada embrio somatik.

Berarti dengan demikian peluang bedar mendapatkan varietas tanaman variegata beradal dari embrio somatik

2. Harus ada sumber rangsangan yang mampu membuat mutasi gen dan menyebabkan variegata. Sejauh ini yang saya ketshui dapat menyebabkan variegata adalah giberelin, streptomicine, EMS ( semua dalam konsentrasi ekstrim) dan radiasi sinar gamma.

3. Metode perlakuan yang tepat mengenai sel sasaran, yaitu sel meristem dari titik tumbuh yang ditargetkan, dengan konsentrasi yang benar.

4. Pengkondisian tanaman dan lingkungan agar sel meristim yang kita beri perlakuan merupakan sel meristem yang menjadi priori5as untuk tumbuh, sehingga perlskuan yang diberikan tepat mengenai srl meristem yang sedang aktif membelah. Mutadi dan variegata akan terjadi bila sel sedang mengalami pembelahan. Saat pembelahan afa sumber rangsangan yang menyebabkan teplikasi DNA terganggu dan berdampak pada variegata. DNA yang berubah terus tereplikasi sejalan dengan terus membelahnya sel yang termutasi variegata. Bila sel variegata ini berdiferensissi menjadi titik tumbuh maka akan menghasilkan tunas yang variegata. Tunas yang variegata ini harus kita isolasi, dan disubkultur untuk diperbanyak lagi dampai variegatanya stabil

 

 

10.  PERLAKUAN VARIEGATA UNTUK TANAMAN ANUBIAS

 

Saya belum coba memberikan perlakuan, baru mengkulturkan saja. Prinsip perlakuan pada dasarnya sama, yaitu harus dikenakan pada titik tumbuh anubias dengan dosis dan konsentrasi yang memadai. Madalahnya kalau di air akan membuat konsentrasi menjadi rendah katena adanya air, bila ditinggikan khawatir konsentradi tinggi dalam air tersebut dapat mematikan tanaman  disamping itu biaya jadi mahal karena jumlah zat pembuat mutadi yang dibutuhkan menjadi tinggi.

Cara lain bisa diberikan saat di dalam kultur jaringan hal ini sangat dimungkinkan. Hal inilah yang rencanakan untuk membuat perlakuan variegata tanaman air saat dalam kultur jaringan.

Anubias dalam kultur jatingan dibuat menjadi fase embrio somatik, baru kemudian di media kultur diberi perlakuan variegata. Setelah ada embrio atau tunas yang variegata, disubkultur dimedia normal dan dimultipliksi, disrleksi kembali, yanh variegata di subkultur kembali sampai hssil subkultur semua variegata.

 

 

11.  MERICLONE TANAMAN VARIEGATA

 

1. Justru perbsnyakan mericlone pafa tanaman variegata akan memicu munculnya variasi somsklonal, jsl ini berdampak memunculnya ragam variasi, mutasi dan variegata, termssuk juga memunculksn kembali yang normal.

2. Perlu dilakukannya pemurnian agar mutasi dan variegata stabil dengan melakukan subkultur berulang minimal 3 -5 kali.

3. Bila sudah stabil maka pwrbanyak dengan sistem multiplikadi tunss, jsngan membuka peluang sel normal muncul kembali, melalui embrio somatik.

 

 

12.  MENTORING PEMBUATAN MUTASI DAN VARIEGATA

 

1. Dalam group ini akan dilakukan mentoring pembuatan mutasi dan variegata, setelah minimal semua anggota sudah membaca buku agar saya tidak berulang menjelaskan hal ysng sama.

2. Setelah itu maka anggota group dengan sukarela untuk mengikuti mentoring ini, dan boleh tidak, karena peserta mentoring semua diwajibkan melakukan satu penelitian mutasi dan variegata. Metode akan saya evaluasi agar peluang mendapatkan mutasi dan variegata lebih besar. Setiap peserta mentoring wajib mengadakan semua bahan yang diperluksn untuk penelitiannya, dan melakukan penelitian dengan benar agar, data dan hasil terkumpul dengan baik, fslam wsktu yang sudah ditetapkan sekitar 3 bulan.

3. Setelah selesai penelitian, setiap peserta wsjib melsporkan dan menyerahkan hasil penelitiannya. Dan oleh Esha Flora skan dikompilasi. Hasil kompilasi semua peserta akan dikumpulkan dalam datu berkas. Dan setiap peserta akan mendapatkan berkas tersebut. Jadi bila ada 100 peserta mentoring maka akan di dapat 100 penelitian mutasi dan variegata.

Group mentoring ini tidak ditarik biaya, hsnya seluruh biaya operasional ditanggung masing-masing  atau bila dikordinir ditanggung bersama. Dengan demikian dalam waktu 3 bulan kita akan mendapatkan 100 penelitian mutasi dan variegata.

 

 

13.  PERLAKUAN MUTASI DAN VARIEGATA TIDAK HARUS DENGAN KULTUR JARINGAN

 

Jawab:

1. Betul bahwa perlakuan mutasi dan variegata tidak harus dengan kultur jaringan. Perlakuan di luar kultur jaringan juga bisa.

2.  Hal yang harus diperhatikan dalam memberi perlakuan mutasi dan variegata, harus di focuskan pada titik tumbuhnya saja. Jangan disemprotkan ke tanamannya atau ke media tanam. Kalaupun ada yang seperti itu harus hati-hati bahwa bila nanti muncul variegata pada organ dan tidak pada titik tumbuh, maka variegata tersebut tidak permanen. Focus pada Variegata yang dihasilkan berulang dari titik tumbuh, maka hasil variegatanya akan permanen.

3. Agar variegata permanen, maka pemberian perlakuan harus pada titik tumbuhnya. Agar titik tumbuh yang kita beri perlakuan adalah titik tumbuh prioritas maka harus dikondisikan sedemikian rupa bahwa titik tumbuh itu yang akan tumbuh  sehingga saat kita beri perlakuan, titik tumbuh tersebut dalam kondisi aktif, sehingga perlakuan yang diberikan akan memberikan dampak mutasi dan variegata pada sel yang sedang membelah tersebut.

4. Sebaiknya bila perlakuan di luar, dan menggunakan titik tumbuh apikal, pastikan bahwa titik tumbuh tersebut terbuka (biasanya titik tumbuh apikal tertutupi oleh deludang daun yang rapat. sehingga zat mutasi bisa meresap / osmosis melalui jaringan plasma titik meristem.

5. Untuk mendapatkan titik tumbuh yang terbuka, potong bagian apikal, cari titik tumbuh lateral, buka tangkai daun, danpai titik tumbuh terlihat, maka itulah target titik tumbuh yang harus kita beri perlakuan.

6. Perlakuan yang diberikan adalah EMS , atau giberelin atau streptomycine dengan konsentrasi ekstrim. Dengan cara diberikan diteyeskan sebanyak 1-2 tetes, sampai titik tumbuh tertetesi semua.

7. Perlakuan mutasi dan variegata diberikan terus pagi dan sore setiap hari sanpai tumbuh tunas baru, sampai tunas baru tersebut tumbuh besar dan bisa di pastikan berhasil variegata atau tidak. Bila berhasil maka biarkan tumbuh sampai menumbuhkan lebih dari 3-5 daun bila semua daun variegata maka berpeluang permanen. Bila tidak variegata maka perlu di evaluasi lagi formula konsentrasinya dan SOP perlakuannya.

 

 

14.  ZAT APA SAJA YANG BISA MEMBUAT MUTASI DAN VARIEGATA

 

Kita bisa melakukan eksplorasi, semua zat yang berkemungkinan untuk dapat menyebabkan mutasi dan variegata.

 

Semua mahluk hidup mempunyai suatu sistem pertahanan diri dari semua peluang bahaya yang menyerangnya.

 

Sifat dan karakter mahluk hidup ditentukan oleh gennya (DNA), dan setiap mahluk hidup danhat khas dan unik. Fan setiap mahluk hidup mempunyai sistem untuk mempertagankan dirinya agar tetap lestari keturunannya. Semua itu ada di DNA ( Deoxyribo Nukleat Acid).

 

DNA berada ditenpat yang paling aman yaitu ada di dalam inti sel. Inti sel ada di dalam sel. Dan sel terdapat pada jaringan, jaringan terdapat pada organ. Dan gabungan organ membentuk mahluk hidup.

 

Pada tumbuhan DNA yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman secara syabil dan permanen ada pada sel -sel meristem. Sel meristem ada pada titik tumbuh dalam pucuk. Pucuk sebagian ditutupi oleh seludang daun yang berlapis.

 

Terkait dengan itu semua coba bayangkan bagaimana kita dapat memberikan perlakuan zat yang menyebabkan mutasi dan variegata ke dalam sel meristem yang sedemikian terlindung secara berlapis-lapis.  Hal inilah yang menjadi bahan pertimbanhan dalam merencanakan perlakuan zat mutasi dan variegata.

 

Dan harus juga dipertimbangkan adalah karaktet zat pembuat mutasi dan variegata adalah suatu zat yang bisa masuk, menyelusup sampai pada tempat persembuyian DNA yaitu di dalam inti sel, tanpa mematikan, tanamannya, tanpa mematikan jaringan dan selnya. Begitu selnya mati automatis DNAnya juga ikut mati.

 

Nah agar sel atau jaringan tidak mati, itu dipengaruhi dari cara pemberian perlakuan mutasi dan variegatanya dan juga jenis zat atau bahan pembuat variegata

 

Karakteristik dan sifat zat yang mampu membuat mutasi dan variegata ini tidaklah sembarang zat. Jadi banyak zat yang tidak akan sanggup masuk sampai ke inti sel. Atau ada zat yang secara teoritis mampu menyebabkan mutasi, tapi apakah zat tersebut juga mematikan sel atau jaringan? Begitu sel dan jaringan mati maka tidak ada gunanya lagi. Hal ini juga yang dijadikan dasar dalam evaluasi suatu perubahan sifat disebabkan oleh mutasi gen atau perubahan yang hanya disebabkan perubahan fisiologis dan morfologis.

 

Zat yang bisa menyebabkan mutasi dan variegata adalah antibiotik streptomycine konsentrasi ekstrim, hormon GA3 konsentrai ekstrim, EMS (Etil Metil Sulfonat), DMS (Dimetil Sulfonat),  karbit, logam berat, radiasi sinar gamma, UV, Sinar X, kolkisin.

 

Bahan organik yang berpeluang menyebabkan mutasi dan variegata: zat yang toksik, seperti racun (ular, kalajengking), pada tanaman rengas, biji buah makota dewa, tanaman penghasil antibiotik dosis ekstrim, Tanaman penghasil zat regenerasi sel konsentrasi ekstrim. Beberapa waktu lalu juga dapat info Tembakau, biji kapas yang diongseng juga menyebabkan variegata

 

Agar tanaman yang diberi perlakuan mutasi dan variegata tidak mati maka srbaiknya pemberian perlakuan focus pada titik meristemnya saja, jangan menyebar pada sel dan jaringan tanaman yang lain, kecuali tidak dimungkinkan.

 

Bila perlakuan mengenai berbagai sel dan jaringan lain kemungkinan akan dihasilkan mutasi dan variegata yang bersifat parsial, tidak stabil dan tidak pernanen.

 

Pemberian perlakuan hanya pada titik tumbuh atau meristem mengurangi peluang kematian tanaman, karena zat yang mematikan atau menyebabkan mutasi dan variegata diberikan hanya terbatas pada titik tumbuh/ meristem tersebut.

 

Hal yang juga pwrlu diperhatkan adalah bahwa pemberian perlakuan pada titik tumbuh tersebut, tidak boleh menyebabkan matinya  pucuk, karena bila pucuk mati maka meristem secara tidak langsung akan mati pula.

 

Bila titik tumbuh apikal ditutupi oleh seludang daun, ada baiknya yang digunakan adalah titik tumbuh lateral yang lebih terbuka dengan cara memotong pucuk tersebut. Berarti titik tumbuh yang diberi perlakuan adalah titik tunbuh lateral yang teratas.

 

Kesemua info yang kita dapat kita inventarisir dan dapat kita jadikan sebagai bahan untuk penelitian kita.

 

Saya duga masih banyak bahan-bahan alam yang mampu masuk ke dalam inti sel dan nenyebabkan mutasi. Untuk mencobakan zat-zat tersebut harus pafa konsentrasi dan dosis yang ekstrim. Atau pada konsentrasi sebelum batas letal (dosis dan konsentradi yang mematikan).

 

Jadi adalah sangat kecil kemungkinannya bila kebanyakan pupuk  biasa akan menyebabksn mutasi

Atau logikanya bisa pula zat-zat tersebut tidak secara langsung merusak DNA, tapi memberikan dampak salah cetak pada proses replikasi DNA. Salah cetak atau perubahan susunan asam-asam nukleat pada DNA  masih belum tentu menghasilkan perubahan sifat dan ekspresi gen yang dihasilkan (jumlah perubahan adam nukleat yang terjadi masih kurang besar atau kurang banyak.

 

 

15.  APAKAH ROUNDUP BISA MEMBUAT MUTASI DAN VARIEGATA STABIL DAN PERMANEN.

 

Kami dipedesaan pak banyak yg memakai herbisida (roundup) diaplikasikan pada tanah sebelum ditanami. Suatu saat dg beberapa kali  pemakaian akhirnya terong yg ditanam banyak yg varigata. Kemudian kami iseng menyemprot tanaman didepan rumah dg roundup dg doses rendah beberapa kali. Hasinya demikian. Apakah ini suatu kebetulan kami tidak tau mohon pejelasan

 

Jawab:

Saya juga dengar informasi ini. Tapi katanya hasilnya tidak permanen ya. Ini suatu info yang penting, kita bisa evaluasi dan analisa kemudian kita buat ujicoba baru agar peluang mendapatkan variegata dari Roundup bisa di mungkinkan

Dugaan saya, ksrena pemberian perlakuan dengan cara disemprot, kemungkinan zat Roundup hanya mengenai sel-sel tanaman yang ada yang sedang tumbuh, sementara titik tumbuh meristemnya, tifak terkena, DNA di dalam inti sel tidak terkena, sehingga saat Roundup tersebut, habis atau hilang dari tanaman tersebut, maka gen tersebut akan menghasilkan organ yang normsl kembali. Jadi:

1.  Perlu di rubah cara pemberiannya dengan cara diteteskan pada titik tumbuhnya saja dengan  berbagai konsentrasi untuk dilihat pengaruhnya.

2. Bila Roundup tidak mampu masuk ke dalam inti sel, naka bisa digabungkan dengan zat yang memang sudah diketahui mampu masuk ke dalam inti sel seperti EMS atau kolkisin (hanya kalau kolkisin dampaknya menjadi raksasa) dan perlu dicermati karena koljisin masuk karegori zat penghambat. Berarti saat diberi Roundup akan menyebabkan sel terhambat dan tidak membelah. Dan bila tidak membelah maka tidak akan ada replikasi DNA. Jadi kemingkinan perubahan yang ada tidak tereplikasi dengan baik. Jadi penggabungan tersebut diharapjan dapat menyebabkan mutasi dan variegata.

 

 

16.  APAKAH TANAMAN PANGAN, TANAMAN BUAH ATAU TANAMAN SAYURAN YANG SUDAH DIBERI PERLAKUAN VARIEGATA AMAN UNTUK DIKONSUMSI?

 

1. Zat yang berbahaya adalah zat pembuat variegatanya. Jadi seperti EMS dan kolkisin sangat berbahaya, karena bersifat mutagenik, atau karsinogenik. Jadi bila zat ini sudah terbuang atau terurai, apa lagi bila perlakuan yang menggunakan zat berbahaya tersebut dilakukan pada tahap indukan atau bibit, maka setelah itu, bila sudah tidak ada zat berbahaya itulagi pafa tsnaman, maka tanaman tersebut amsn.

2. Bila memang pembuat mutasi dan variegata ini hanya berdampak pada perubahan warna daun, atau variegata dan kemudian zat tersebut juga sudah tidak ada maka aman.

3. Pertanyaan berikutnya, apakah benar bahwa zat tersebut hanya menyebabkan variegata saja, tidak ada perubahan lainnya, maka untuk mengetahui ini memang harus dicek benar secara modetn dengan HPLC untuk mengetahui kandungan zat baru yang dihasilksn

4. Ada cara alamiah dan murah untuk uji tersebut, yaitu tanaman tersebut di letakkan di tempat terbuka yang banyak hamanya. Bila tanaman tersebut buahnya atau daunnya dimakan hama dan hamanya sehar-sehat saja. Bila buah banyak dimakan ulat, maka berarti tanaman tersebut aman.

Demikian.

 

 

17.  APAKAH KOLKISIN ATAU VARIEGATA MASUK DALAM KATEGORI REKAYASA GENETIK

 

Tanya:

Pak pada proses produksi benih semangka non biji, penggunaan kolkisin bisa merubah gen semangka 2n jadi 4n. Jadi semangka non biji ini apakah termasuk produk rekayasa genetika?

 

Jawab:

1. Berdasar definisi rekayasa adalah suatu usaha merubah DNA. Perubshan DNA bisa sangat luas dan beragam.

2. Secara alamiah juga terjadi perubahan gen yaitu saat terjadi penyilangan. Atau terjadi perubahan gen antar genersi karena perubshan lingkungsn. Perubshan gen seperti ini justru bersifat positif.

3. Rekayasa atau perubahan yang dibuat msnusia juga dangat beragam.  Hasil perubshan gen buatan manusia ada yang positif dan negatif. Perubahan gen ke arah peningkatan nilai jual, manfaat dan fungsional maka hal ini betsifat positif dan disebut pemuliaan

4. Sejalan dengan tuntutan dan ego manusia untuk mendapatkan keuntungan tinggi maka dengan kemajuan teknologi mampu dibuat perubahan gen atau rekayasa sesuai tujuan manusia. Dalam hal ini, para ahli bisa menggabungkan atau menyisipkan gen baru ke dalam suatu tsnaman sehingga mendapatkan hasil yang spektakuler (menurut sudut pandang manusia), seperti contoh kapas transgenik yang tahan terhafsp hama dan penyakit. Sifat unggul yang ada pafa tanaman kapas ini bagus bagi manusia tapi tidak bagus bagi alam, karena akan merusak kesrimbangan alam dan berdanpak akan menimvulkan kekacauan dalam interaksi ekosistem.

5. Penggabungan atau penyisipan gen tersebut berdanpaj pafa perubahan gen yang berdanpak pada perubahan adam amini dan organik yang dihasilkan. Bila organik baru ini betsifat tksik maka hal inilah yang dangat dikhawstirkan sangat berbshaya bagi lingkungan dan manusia. Inilah yang dimaksud dengan rekayasa yang dimaksud.

Sedangkan kokisin, hanya melipatgandakan kromosom, tidak ada perubshan susunan asam adam nukleat sehingga tidak ada seduatu yang baru yang dihasiljan hanya menguatkan sifat yang ada. Bila bagus akan lebih bagus, bila jelek akan lebih jelek. Demikuan. Terima kasih.

 

 

18.  PROAKTIF MEREBUT PELUANG TREN MUTASI DAN VARIEGATA YANG MENDUNIA SECARA REAL

 

Pertanyaan:

Mohon info, mengapa Thailand bisa menciptakan buah lucu lucu ya ? 🙏🏻

 

Jawab:

Karena memang pemerintah Thailand sangat mengandalkan pertanian dan berusaha yang terdepan dalam varietas-varietas unggul baru. Dan itu dengan sangat sungguh-sungguh disupport segala sesuatunya untuk menjadi yang terdepan dalam hal tersebut. Perencanaan yang terpadu, total dari hulu sampai hilir, sampai masalah trading dan stimulus dan birokrasi semua dipermudah.

Pemerintah kita sudah berusaha untuk ke arah situ, tapi masih banyak yang kurang, saking banyaknya yang harus diurus. Jadi pada kondisi seperti ini, ya kitanya yang harus proaktif untuk bisa maju, mandiri.

 

Demikian pula dengan Malaysia, pemerintahnya sangat serius menginvestasikan untuk pembangunan sdm nya, sehingga pemerintah malaysia mendanai untuk investasi Dosen, para doktor dari IPB bedol desa pindah ke perguruan tinggi malaysia, dengan dibayar sangat mahal, dan semua difalisitasi.

 

Tapi jangan khawatir. Kita juga sangat hebat sebenarnya. Ada peserta pelatihan Esha Flora dari malaysia. Saat saya sampaikan ke dia bahwa pemerintah malaysia hebat, demikian pula dengan pemerintah thailand hebat, mempunyai visi dan misi jauh kedepan.

 

Apa, jawaban atau komentar peserta pelatihan dari malaysia tersebut.

 

Komentar peserta pelatihan tersebut : " Loh justru saya salut dengan orang Indonesia. Dalam kondisi pemerintah Indonesia seperti ini saja, masih banyak orang-orang Indonesia yang hebat dan menonjol. Apalagi kalau pemerintahnya mendukung 100% pasti akan jauh lebih hebat lagi".

 

Saya sampai kaget, apa iya seperti itu. Jangan-jangan karena kondisi yang terbatas tersebut membuat orang Indonesia harus lebih ulet dan tekun dalam mencapai tujuannya.

Tapi sebaliknya bila di dukung, terus, disumbang terus bahkan disubsidi, maka tidak akan tumbuh daya survival seperti sekarang ini. "

 

Mungkin bagusnya ada keseimbangan ya. Semua sisi perlu di usahakan dengan sebaiknya.

 

Terkait dengan itu, ayo kita tingkatkan proaktif kita. Kita tingkatkan kebersamaan, dan saling tolong dan bantu untuk maju, mari kita kuatkan kelembagaan. Disamping itu kita juga minta dukungan pemerintah.

 

Saat ini sedang ada momen tren mutasi dan variegata tanaman hias indoor tropis yang mendunia, maksudnya bahwa tren ini bukan buatan sesaat di Indonesia,vtapi karena kerinduan back to nature, dan keindahan tansman hias tropis, yang bisa digubakan sebagai ornamental plant di dalam rumah  memberikan kesejuan dan ketentraman bagi pemiliknya.

Esha Flora berusaha mengelola dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang hal ini  dasar keilmuan dan teknologi, banyak ahli dan ilmuwan kita yang mumpuni dan kompeten. Bila kita bersama, mensinergikan potensi daya dan upaya, maka semua itu tidak mustahil.

 

Saat ini Esha Flora sedang berusaha mendorong secara real pengembangan mutasi dan varigata agar dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi para petani tanaman hias, para pengusaha perorangan nursery dan ekportir perorangan, nusery tanaman hias sedang dan besar.

 

Dalam kaitan mengoptimalkan momen tren tanaman hias variegata yang mendunia ini, maka Esha flora sudah dan sedang melakukan:

 

1. Membentuk Pusat Penelitian Tanaman Mutasi dan Variegata, anggota group Esha Flora yang berminat.

 

2. Membuat buku : Rahasia Membuat Buku Mutasi dan Variegata, baru akan selesai cetak tgl 25 juni 2020.

 

3. Melakukan Webinar kerjasama dengan PT Merck yang salah satunya adalah tentang Membuat Mutasi dan Variegata, tanggal 11 juni 2020, alhamdulillah saat ini peserta sudah mencapai 1.212 peserta, dan ada peserta dari luar negeri, yaitu : Malaysia, Filipina dan Colombia

 

4. Materi ppt dibuat dua versi yaitu bahasa indonesia dan versi bahasa inggris. Dan peserta Wrbinar bisa mendapatkanya dari panitia

 

5. Buku Rahasia Membuat Mutasi dan Variegata sedang ditranslate ke bahasa Inggris agar bisa disebar lebih luas

 

6. Esha Flora di Youtube, juga sedang membuat vidio-vidio ringan tentang hal-hal terkait mutasi dan variegata durasi 3 -5 menit untuk memudahkan pemahaman orang awam.

 

7. Esha Flora akan melakukan webinar lanjutan terkait Mentoring, tutorial dan pelatihan bagi berbagai segmen masyarakat terutama kelompok tani.

 

8. Group Mentoring khusus dalam Hroup WA, yang akan secara bersama-sama meneliti berbagai perlakuan penelitian tentang Mutasi dan Variegata secara bersamaan sehingga akhirnya di hasilkan puluhan bahkan ratusan penelitisn tetspan atau aplikadikan yang akan disebar kesrmua peserta mentoring. Sehingga setiap peserta akan mendapatkan puluham atau ratusan riset tentang mutasi dan variegata.

 

9. Esha Flora sedang berusaha bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membuat momen gebrakan agar tren mutasi dan variegata dunia dapat di mangaatkan bagi masyarakat Indonesia secara optimal.

 

10. Esha Flora saat ini sedang mengikuti Pelatihan ekspor berbasis SKKNI dan KKNI (9 kali pertemuan). Dengan harapan mengetshui seluk beluk ekspor dan akan berusaha membentuk komunitas ekportir tanaman hiss Indonesia. Kebetulan asesor ekspor ini juga ada dalam group ini, saya yakin beliau akan dengan senang hati akan membantu. Dan sebenarnya dalam group ini juga sudah ada beberapa orang yang sudah ekspor tanaman hias, saya berharap bisa saling sinergi dan menggabungkan potensi dan kekuatan, sehingga kita bisa lebih kuat.

 

Mohon maaf, saya sedemikian semangat dan menggebu untuk menggonjangkan indonesia dan bahkan dunia untuk ke maslahatan masyarakat luas.

 

 

19.  KOMPOSISI DAN DOSIS MEMBUAT TANAMAN MUTASI DAN VARIEGATA

 

Tanya:

Assalamu'alaikum pak edhi, pak edhi banyak pertanyaan yang masuk mengenai komposisi dan dosis untuk membuat tanaman variegata baik di dalam lab maupun di luar laboratorium.

 

Jawab:

1. Bahwa dalam literatur ilmiah terdapat informasi untuk membuat mutasi dan variegata.

 

2. Secara teknis masuknya sumber rangsangan ke titik meristem tidak mudah, karena sangat terlindung. Ada di dalam inti sel. Dan inti sel ada di dalam sel. Sel ada di dalam jaringan, jaringan membentuk organ dan organ membentuk mahluk hidup (dalam hal ini tumbuhan). Dan biasanya meristem apikal (bagian tanaman yang akan diberi perlakuan mutasi dan variegata) ada pada titik tumbuh yang terlindungi oleh seludang -seludang daun.

 

3. Konsentrasi yang mampu membuat mutasi adalah konsentrasi zat yang sampai di daerah target ( dalam hal ini, titik meristem tersebut). Berarti konsentrasi zat pembuat mutasi yang diberikan harus jauh lebih besar dibandingkan konsentrasi yang membuat mutasi dan variegata yang bisa masuk dan sampai ketitik meristem tersebut, karena tidak semua zat tersebut yang bisa sampai ke daerah target.

 

4. Konsentrasi zat pembuat mutasi, bisa cari dibeberapa literatur. Prinsipnya, adalah konsentrasi yang mampu nembuat mutasi dan variegata di bawah konsentrasi letal (mematikan), jadi sangat tinggi atau ekstrim. Disebutkan dalam literatur kisaran 200 - 400 ppm (mg/l).

 

5) Pada kenyataannya kita menggunakan konsentrasi tersebut tidak menghasilkan mutasi dan variegata. Hal ini disebabkan banyak faktor : karakter tanaman, jenis tanaman, morfologi (bentuk tanaman, fase atau kondisi tanaman, cara perlakuan, konsentrasi  dan jenis zat yang digunakan.

 

5) Di di sisi lain, kita harus berani berfikir di luar biasanya, out of the box, ada peserta pelatihan yang menggunakan konsentrasi yang jauh lebih tinggi, yaitu penggunaan Giberelin dengan konsentrasi 2.000 ppm (mg/l)

 

6). Dengan tujuan agar perlakuan yang diberikan menghasilkan peluang mutasi dan variegata yang tinggi, maka digabunglah lebih dari satu zat yang dapat menyebabkan mutasi dan varegata, atau digabungkanlah dengan zat yang sudah pasti (diketahui secara ilmiah) bisa menyebabkan mutasi dan variegata, yaitu EMS  DMS, Kolkisin, sedangkan zat yang mampu membuat variegata adalah GA3, EMS, streptomicine., Roundup dll.

 

7). Penggunaan zat-zat yang bersifat menghambat, seringkali bersifat destruktif dan iritasi. Dan dampaknya bisa positif atau negatif.

 

8). Saya pernah menggunakan gabungan EMS 2ml dari produk, GA3 200 ppm, dan diberi perlakuan pada tanaman anthurium yang dipotong bagian atasnya sehingga meninggalkan 2-3 tumbuh lateral. Diberi perlakuan penetesan pada titik tumbuh lateral 2 tetes, dan juga diberikan pada bagian potongan yang sudah sembuh luka, tapi memberi peluang masuknya zat variegata, dan juga di teteskan 10 tetes pada pangkal batang agar masuk melalui akar juga. Perlakuan tersebut diberikan setiap hari  sampai tunas tersebut tumbuh,dan sekitar 3 minggu berikutnya tumbuh tunas yang variegata. Wah betapa bahagianya.

 

9). Demikian pula  peserta Esha Flora, memberikan perlakuan sinar gamma pada kultur gerbera, dan hasilnya variasi warna bunga yang beranekaragam dan cantik.

 

10). Pemberian perlakuan kolkisin pada titik tumbuh dari semai/bibit pule (Alstonia sholaris), diberikan 2-3 tetes di pucuk apikal, pagi sore, setiap hari senin, selasa dan rabu dan di ulangi lagi setiap minggu selama 3 bulan. Hasilnya spektakuler. Ukuran diameter batang, panjang ruas batang dan ukuran daun jauh lebih besar dari yang awal.

 

11) penggunaan kolkisin pada media 2 ml/liter, diberikan di media kultur, dan eksplan pulai di tanam pada media tersebut sampai sekitar 3 bulan, kemudian pindahkan ke media normal kembali, hasilnya tunas yang tumbuh 2 kali lebih besar dari batang eksplannya.

 

12). Perlakuan kolkisin  2 ml/liter pada daun aglonema yang diusapkan setiap hari sampai daun besar dan dewasa hasilnya daun sangat cerah dan terang warnanya, di duga plastida pada daun berlipat sehingga warna daun menjadi lebih cerah.

 

13). Kolkisin 2 ml/l di usapkan pada tongkol (tongkol buah) anthurium mulai dari saat muncul tongkol kecil sampai berbuah dan membesar, hasilnya, tongkol membelah dua besar, dan buahnya seukuran jagung, bahkan lebih besar lagi.

 

14). Kultur pule pandak (Rauvolfia serpentina) diberi radiasi sinar gamma sekitar 20 - 40 grey hasilnya di dapatkan pule pandak (tumbuhan obat yang mengandung 40% zat aprodisiak (yohimbine).

 

Jadi intinya kita perlu tekun untuk mencobakan ragam formulasi dan konsentrasi dan gabungan zat perlakuan di kombinasi dengan radiasi sinar gamma. Jangan takut untuk mencobakan berbagai ide, kreasi dan dugaan /hipotesa,  maka diharapkan peluang mutasi dan variegata akan lebih besar lagi.

 

20.  PERINGATAN KERAS. HATI-HATI.ZAT MUTASI DAN VARIEGATA BISA MENYEBABKAN KANKER DAN MUTASI PADA MANUSIA

 

Info :

Mhn ijin saran Pak Edhi, khusus pemberian mutagen hrs sangat hati hati karena sangat berbahaya bagi sel & jaringan kita

 

Jawab:

Iya, betul sekali.  Ini memang Wajib untuk diingatkan, bahwa zat-zat mutasi dan variegata bersifat mutagenik, carsinogenik, atau mampu menyebabkan mutasi dan kanker pada manusia. Oleh sebab itulah maka penggunaan ini harus penuh dengan kehati-hatian. Dan mengikuti aturan yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terima kasih banyak atas masukkannya.

 

Oleh sebab itu:

1. Saat penggunaan zat tersebut harus menggunakan sarung tangan karet, masker, kaca mata lab. serta jas lab.

2. Setelah menggunakan dan memberikan perlakuan, maka wajib cuci tangan yang benar, cuci semua alat-alat yang digunakan.

3.  Simpan zat mutasi dan variegata yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak dan keluarga. Jangan di campur dengan tempat peyimpanan makanan (kulkas makanan, kulkas keluarga).

4. Pada saat pengunaan atau pemberian perlakuan maka harus hati-hati agar tidak tercecer kemana-mana, dan tempat perlakuan dibersihkan kembali atau di lap atau di pel agar tidak tersisa bekas-bejas zat tersebut.

5. Tanaman yang sudah diberi perlakuan di letakkan ditempat yang aman, tidak kehujanan, dan diberi tanda bahaya atau peringatan untuk tidak mengganggu tanaman tersebut.

6. Jangan meremehkan peringatan ini. Sepertinya tidak apa-apa, seperti tidak ada pengaruhnya, tapi sesungguhnya dampaknya akan terlihat nanti 10 - 20 tahun berikutnya.

Demikian informasi ini untuk dapat diperhatikan dengan baik. Terima kasih

 

 

PERTANYAAN LAIN

 

1.      KENAPA ANTHURIUM PERTUMBUHAN LAMBAT DAN TIDAK RIMBUN

 

Bisa coba di cek dan di evaluasi berdasar hal ini :

1. Faktor pertumbuhan sangat mempengaruhi  kualitas, kuantitas dan kecepatan pertumbuhan anthurium.

2. Faktor pertumbuhan tersebut : 1). Sumber energi : secara alamiah dan konvensional hanya di dapat dari fotosintesis, dan penguraian bahan organik di sekitar mrdia tanam, 2). Unsur hara makro ( terutama) dan mikro. Sebagai zat pembangun pertumbuhan tanaman. N, P, K, Mg, Ca wajib ada setiap kali terbentuknya satu sel tumbuhan. Bila terdapat ribuan bahkan jutaan sel yang tumbuh maka bauangkan berapa banyak yang diperlukan, 3). Asam amino, asam lemak, vitamin, enzim, hormon dan organik lain, merupakan bahan-bahan organik yang diperlukan dalam metabolisme tanaman

3. Keberadaan dan ketersediaan sinar, air dan angin untuk 3 proses metabolisme penting tanaman : fotosintesis, respirasi dan transpirasi.

4. Media tanam yang porous, daya pegang air tinggi, sirkulasi oksigen tersedia dengan baik, tahan lama agar tidak memadat perlu diperhatikan. Kurangnya oksigen akan berdampak kurangnya respirasi menghambat prosespembentukan enwrgi untuk pertumbuhan.

5. Kurangnya ketersediaan dan konrinuitas air sangat penting, tersedia, kontinu tapi tidak banjir, tidak tergenang. Basah, banjir, tergenang akan menghambat pertumbuhan akar. Terhambat pertumbuhan akar, berdanpak berkurangnya kemampuan menyerap unsur hara dan makanan, berdampak pada berkurangnya translokasi air untuk prosrs transpirasi, katena banyak bulu akar dan akar yang mati. Menghambat produksi hormon sitokinin diujung akar, berdampak berkurangnya profuksi hormon sitokinin pada akhirnya pertumbuhan tunas terhambat.

 

Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut:

1. Ganti media agar lebih porous, tapi mampu memegang air tinggi, dan terjadi rehabilitasi perakaran, sehingga akar dapat tumbuh dengan baik.

2. Pemupukan yang meluputi pupuk lengkap, sumber energi, POC dan hayati

3. Pemberian perlakuan formula hormon sitokinin, auksin dan giberelin dengan jenis dan komposisi : BAP 6 mg/l ; IBA 2 mg/l dan GA3 0,5 mg/l. Dominasi pertumbuhan ke arah tunas, tidak mematikan akar bahkan sekaligus menumbuhkan akar, dan dampak kintra auksin sitokinin diantisipasi dengan adanya giberelin konsentrasi rendah, sehingga pertumbuhan tetap tinggi.

Sekian. Terima kasih

 

 

2.      ANALISA PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN PUCUK DAN AKAR

 

Dalam pengaplikasian air kelapa yang perlu diperhatikan adalah :

1. Air kelapa banyak mengandung berbagai bahan organik yang sangat kaya dan diperlukan semua mahluk hidup, termasuk mikroba.

2. Kandungan air kelapa adalah sumber energi, vitamin, mineral, enzim, hormon hayati dan organik lainnya.

3. Berarti dalam pemberian perlakuan yang harus hati-hati adalah ikut berpestanya mikroba dalam mengkonsumsi sisa-sisa perlakuan yang diberikan / disemprotkan, baik di daun atau organ tanaman lain, di media dll. Berbahayanya adalah bila ada mikroba yang bersifat patogen yang dapat mematikan tanaman.

4. Oleh sebab itulah, agar tidak terjadi booming mikroba maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan : 1). Larutan air kelapa di campur antibiotik, 2) pemberian perlakuan diberikan langsung ke akar agar tidak bersisa dan berceceran di daun, batang maupun media tanam yang akan mengundang mikroba, 3) setelah pemberian perlakuan dan diperkirakan larutan sudah terserap tanaman, maka sisa organik dibilas dengan disemprot air agar bersih kembali. 4) pemberian digabungkan dengan mikroba positif seperti EM4.

5. Pemberian larutan air kelapa pasti berpengaruh signifikan bagi pertumbuhan tanaman.

6. Arah pertumbuhan tanaman apakah dominan ke tunas atau dominan ke akar tergantung dua hal : 1) kondisi fisiologis dan morfologis tanaman tersebut, 2. Dominasi hormonal di dalam air kelapa tersebut.

7. Bila kita ingin memastikan arah pertumbuhan ke arah yang kita inginkan maka bisa ditambahkan hormon yang mengarah pada keinginan kita. Bila kita ingin agar bibit mempunyai akar yang bagus, maka bisa kita tambahkan formulasi IBA 1 mg/l, 2,4D 0,5 mg/l. GA3 0,1 mg/l, BAP 0,5 mg/l. Maka dalam hal ini larutan air kelapa akan menjadi lebih lancar ke arah pertumbuhan yang kita inginkan.

8. Cara perlakuan disemprot, di rendam atau di siram bisa di evaluasi seperti yang saya jelaskan diatas.

9. Bila akar direndam sebelum tanam akan lebih baik karena bisa langsung terserap. Perendaman sekitar 15 - 30 menit, setelah itu dibilas baru ditanam.

Disemprot juga bisa, dilakukan saat repotting atau saat aklimatisasi, tanpa media, setelah dibersihkan baru disemprot semua sehingga terbasahi, setelah sekitar 15 menit kemudoan dibilas dengan air bersih.

10.Disiram di tanah setalah beberapa waktu, yaitu sekitar 30 menit atau 1 jam baru dibilas dengan air.

Demikian. Terima kasih.