|
Kultur Jaringan Anthurium |
 Anthurium adalah salah satu spesies dari famili Araceae. Anthurium memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena keindahan bunganya dan daunnya sangat mempesona. Anthurium dapat diperbanyak menggunakan benih, namun perkembangannya sangat lambat, dan menghasilkan tanaman yang tidak seragam. Perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dalam waktu singkat dan tanaman yang dihasilkan sama dengan induknya. Pemanfaatan kultur jaringan dalam perbanyakan anthurium pertama kali dilakukan oleh Pierik et al. (1974), kemudian diperbaiki oleh peneliti-peneliti lain dan mulai diaplikasikan secara meluas untuk produksi anthurium secara komersial, baik pada media padat maupun cair. Berikut ini adalah gambar perbanyakan bahan tanaman dengan kultur jaringan: |
|
Read more...
|
|
|
Kultur Jaringan Memperbanyak Aggrek dan Aglonema |
|
Indonesia terkenal memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah anggrek, Dari sekitar 26.000 spesies, diperkirakan Indonesia memiliki sekitar 6.000 spesies tanaman anggrek dunial, spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. dan para kolektor anggrek Indonesia .Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia, khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi.
Metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek maupun tanaman hias lain seperti Aglonema adalah dengan tehnik kultur jaringan, karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional.
Keuntungan Pemanfaatan Kultur Jaringan • Pengadaan bibit tidak tergantung musim • Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit) • Bibit yang dihasilkan seragam • Bibit yang dihasilkan bebas penyakit/hama • Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah |
|
Read more...
|
|
|
Tanaman Sebagai Pestisida Nabati |
Pengendalian Hama dengan Pestisida Hayati
Pengendalian hama tanaman juga dapat menggunakan pertisida hayati yang akrab lingkungan, disebut demikian karena bahan kimia nabati ini dapat mudah terurai, dapat dibuat oleh petani karena bahan baku tersedia disekitar lokasi, dan harga pembuatan yang terjangkau.
Tanaman merupakan gudang bahan kimia yang kaya akan kandungan berbagai jenis bahan aktif, diantaranya bisa di jadikan sebagai pestisida nabati.
Kelemahan pestisida nabati adalah : - Daya tahan yang singkat (sangat mudah berubah/terurai), oleh karena itu volume aplikasi harus direncanakan dengan cermat agar efisien,
- Konsentrasi larutan yang dihasilkan masih tidak konsisten karena sangat tergantung pada tingkat kesegaran bahan baku.
- Diperlukan standar pengolahan untuk tiap tanaman dan standar aplikasi penggunaan bagi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman(OPT).
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 13 - 16 of 46 |