|
Gibberillin for Plants Tissue Culture |
Gibberillin (GA) merupakan kelompok lainnya dari zat pengatur tumbuh atau hormon. Kelompok ini dikenal dan dicirikan oleh adanya struktur dasar kimia yang disebut rangka’gibbane’. Giberelin disintesakan dari asam mevalonat (MVA) di jaringan muda dipucuk dan pada biji yang sedang berkembang. Meskipun telah banyak ditemukan berbagai bentuk GA dengan berbagai variasi aktivitas biologinya, hanya 2-3 saja yang dapat dikatakan komersial. Gibberillic acid (GA3) adalah salah satu contoh GA sintetik yang telah banyak digunakan dalam kegiatan kultur jaringan.
Penambahan GA kedalam media kultur jaringan dijumpai banyak mengakibatkan munculnya akar atau tunas. Pada percobaan kalus atau eksplan dengan pemberian GA yang dibarengi dengan pemberian auksin atau sitokinin dalam konsentrasi yang sama akan mendorong proses morfogenesis yang normal tetapi kadang malah menghambat.
Efek giberelin adalah pemanjangan batang, (bisa bergelendong dan berwarna kuning). Zat pengatur tumbuh (hormon) selain giberelin adalah auksin, sitokinin, etilin dan asam absisak (ABA).
Untuk kebutuhan kultur jaringan dan pembelian hormon ini anda dapat menghubungi Eshaflora Plants Tissue Culture ...
|
|
|
Auksin Zat Pengatur Tumbuh |
Auksin adalah salah satu hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (growth and development) suatu tanaman. Kata Auksin berasal dari bahasa Yunani auxein yang berarti meningkatkan. Sebutan ini digunakan oleh Frits Went (1962) untuk senyawa yang belum dapat dicirikan tetapi diduga sebagai penyebab terjadinya pembengkokan koleoptil kearah cahaya.
Auksin yang ditemukan Went diketahui sebagai asam indolasetat (IAA). Selanjutnya nama auksin digunakan untuk nama kelompok hormon dan zat pengatur tumbuh yang menimbulkan respon khas IAA. Tumbuhan sendiri mengandung 3 senyawa lain yang mirip dengan IAA baik struktur maupun respon yang diakibatkannya dan digolongkan sebagai auksin alami contohnya adalah Asam 4-kloroindolasetat (4-kloroIAA) yang banyak ditemukan pada biji muda kacang-kacangan, Asam phenilasetat (PAA) terdapat pada kebanyakan tanaman, dan Asam indolbutirat (IBA) ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis dikotil.
|
|
Read more...
|
|
|
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) pada Tanaman |
 Konsep Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) diawali dari konsep hormon. Hormon tanaman atau fitohormon adalah senyawa-senyawa organik tanaman yang dalam konsentrasi rendah mempengaruhi proses-proses fisiologis. Proses-proses fisiologis terutama mengenai proses pertumbuhan, diferensiasi dan perkembangan tanaman. Proses-proses lain seperti pengenalan tanaman, pembukaan stomata, translokasi dan serapan hara dipengaruhi oleh hormon tanaman.
Dengan berkembangnya pengetahuan
biokimia dan industri kimia banyak ditemukan senyawa-senyawa yang
mempunyai fisiologis serupa dengan hormon tanaman. Senyawa ini dikenal
dengan nama ZPT.
Batasan tentang zat pengatur tumbuh pada tanaman (plant regulator),
adalah senyawa organik yang tidak termasuk hara (nutrient), yang
mempunyai 2 fungsi yaitu menstimulir dan menghambat atau secara
kualitatif mengubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sedangkan
fitohormon adalah senyawa organik yang bukan nutrisi yang aktif dalam
jumlah kecil yang disintetis pada bagian tertentu, yang umumnya
ditranslokasikan ke bagian lain tanaman yang menghasilkan suatu
tanggapan secara biokimia, fisiologis dan morfologis.
Saat ini dikenal terdiri dari lima kelompok yaitu auksin, giberelin, sitokinin, etilin dan asam absisak (ABA).
Untuk pembelian hormon-hormon ini anda dapat menghubungi Eshaflora Plants Tissue Culture ...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 25 - 28 of 46 |