Oleh :Edhi Sandra
Pecinta anggrek www.eshaflora.com


Pendahuluan

            Anggrek adalah tanaman yang memiliki pesona bunga yang beranekaragam. Hampir semua kalangan baik muda tua, laki perempuan, semua menyukai keindahan anggrek.
            Kenyataannya walaupun hampir semua kalangan menyukai anggrek, tapi sangat jarang anggrek terlihat di rumah-rumah penduduk  Kenyataan ini kontradiksi dengan pernyataan di atas.  Lalu pertanyaannya mana yang benar? Ada masalah apa sebenarnya ? dan bagaimana mengantisipasinya?

Permasalahan Merawat Anggrek

            Bila kita Tanya ibu-ibu, apakah dia mau bila diberi anggrek berbunga, jawabnya adalah sangat mau, bahkan akan berebut bila ada kesempatan door price atau bagi-bagi hadiah anggrek. Tapi kalau ditanya kenapa tidak beli anggrek berbunga? Jawabnya harganya mahal dan berbunganya hanya sekali (maksudnya pada saat dibeli berbunga, selanjutnya tidak pernah berbunga, bahkan seringkali justru mati).

Kenapa Merawat Anggrek Sulit?

            Kenapa banyak orang awam tidak mampu merawat anggrek. Hal ini disebabkan pengetahuan dasar di dalam merawat tanaman sangat kurang. Sebagian besar orang menganggap tanaman cukup disiram dengan air (memang ada betulnya, karena dulu orang berkebun, makanan untuk tanaman sudah ada di dalam media tanah, dan jaman dulu kondisi tanah masih baik, banyak serasah dan bahan organiknya). Bahkan ada yang mengambil analog bahwa anggrek tumbuh di hutan tidak perlu di rawat dan disirami tapi bisa hidup.  Analog ini salah karena mereka tidak melihat perbedaan kondisi tempat tumbuh dan lingkungannya.

Biaya Operasional Budidaya Anggrek Tinggi

            Banyak keluhan dari para pembudidaya anggrek bahwa biaya budidaya anggrek sangat tinggi sementara harga tidak dapat merangkak naik. Hal ini menyebabkan margin keuntungan yang didapatkannya menjadi sangat tipis.

Kondisi Real

            Pasar dari bunga anggrek sangat spesifik yaitu orang-orang yang benar-benar mampu dan memahami teknik merawat anggrek yang baik, sehingga anggrek yang dirawatnya dapat tumbuh dan berbunga berulangkali. Disamping itu adalah pasar bunga potong untuk keperluan merangkai bunga untuk berbagai keperluan.  Dalam hal ini mereka sangat menyukai bunga anggrek menghiasi acara yang sangat spesial dalam hidupnya tersebut. Atau juga tanaman anggrek berbunga juga menghiasi ruangan perkantoran dan rumah, dalam hal ini mereka tidak mempermasalahkan budidaya karena mereka punya uang untuk membayar keindahan bunga anggrek yang sedang mekar sangat indahnya.

Pasar Terbesar Yang Sesungguhnya

            Sebenarnya ada pasar yang sangat besar yang yang dapat di upayakan yaitu seluruh masyarakat yang pada umumnya sangat menyukai bunga anggrek.  Dengan catatan bahwa mereka mampu membudidayakannya dengan mudah dan dapat dinikmati dengan mudah setiap hari.  Maksudnya mereka akan sangat senang bila di rumahnya atau di halaman terasnya atau dikebunnya ada anggrek berbunga dan mereka dapat merawatnya sehingga dapat berbunga berulang kali.
            Lalu pertanyaannya adalah apakah hal itu dimungkinkan? Bila kita evaluasi dari pernyataan diatas ada beberapa hal yang menentukan yaitu:
Masyarakat umum dapat merawat anggrek dengan baik.
Menanam dengan kondisi keterbatasan yang ada, yaitu di teras rumah, tapi dapat berbunga dengan baik.

Merawat Anggrek Tidak Mahal

            Bila kita melihat teknik budidaya yang ada saat ini, yaitu dengan sistem perkebunan anggrek yang menggunakan kebun berparanet dengan tiang besi yang menyangganya, dan sistem perawatan yang sangat intensif mulai dari pupuk, anti hama, anti penyakit, hormon dan vitamin dll, maka wajar kalau biayanya membengkak, tapi hasilnya juga sangat mengagumkan.
            Tapi sebenarnya budidaya anggrek tidak harus seperti itu.  Bila dengan tujuan yang berbeda maka dapat di rubah metode budidayanya. Misalnya bila kita ingin merawat anggrek di pekarangan rumah dengan jumlah yang tidak banyak maka metode perawatannya juga dapat disesuaikan dengan kondisi dan lingkungannya.
            Untuk perawatan anggrek di halaman rumah maka kita bisa sesuaikan dengan kondisi yang ada, bisa ditempel dibawah pohon, atau bisa menggunakan tiang batang pohon yang sudah mati yang dililit dengan ijuk, atau bisa dibuatkan naungan dengan paranet kecil, dll.  Dengan demikian tidak memerlukan biaya yang mahal.
            Permasalahan yang sering dihadapi adalah ketidak tahuan merawat anggrek dan kondisi lingkungan yang sangat terbatas. Permasalahan didalam merawat anggrek terutama disebabkan kurangnya asupan makanan bagi anggrek tersebut. Hal ini disebabkan media anggrek pada umumnya berupa arang atau menempel pada pakis dll, sehingga pada waktu di pupuk hanya sebagian kecil yang dapat diserap oleh akar dan stomata daun, dan yang lainnya terbuang karena bentuk media yang tidak dapat memegang air tersebut.  Oleh sebab itulah maka memberi makan anggrek harus rajin pagi sore.  Di bedakan antara memberi makan dengan memberi minum dan menjaga kelembaban. Sebagian seringkali mencampur adukkan. “ah masih basah ngga usah di siram”….pengertian disiram ini tidak jelas apa diberi makan atau hanya betul-betul disiram air saja. Hal inilah yang seringkali membuat tanaman anggrek lambat laun menjadi kurus bahkan mati.  Dan seringkali banyak kondisi teras yang kering dengan kelembaban yang sangat rendah, untuk hal ini maka harus di cari cara agar anggrek tidak kekeringan. Bisa dengan cara penyemprotan spreyer otomatis, atau dengan mengatur kelembaban agar tetap tinggi, dengan memberi kolam di bawahnya, atau pot yang mengandung air (pot hidroponik).

Merawat Anggrek Tidak Sulit

            Untuk merawat anggrek dengan tujuan hobi, yang dilakukan di halaman rumah atau teras rumah, maka yang harus diperhatikan adalah
asupan makanan yang memadai untuk tanaman anggrek tersebut.
ketersediaan air yang memadai untuk berbagai keperluan, seperti untuk minum, transpirasi, menjaga kelembaban.
Kondisi lingkungan yang memadai, sinar matahari yang mencukupi baik dari segi intensitas maupun lamanya penyinaran.

Makanan Untuk Anggrek

Asupan makanan yang memadai bisa dilihat dari kondisi tanaman yang sehat, gemuk, proposional, pertumbuhan cepat, batang yang baru minimal sama atau lebih besar dari yang sebelumnya. Pemberian makanan akan lebih baik bila bersifat berkelanjutan, terdiri dari berbagai macam makanan yang dibutuhkan. Beberapa makanan yang dapat diberikan:
Pupuk daun yang siap pakai yang ada di pasaran seperti: Gandasil, vitabloom, gaviota, dll.
Pupuk organik yang ada di pasaran.
Minyak ikan yang ada di pasaran, seperti  Alaska
Hormon dan vitamin yang ada di pasaran., seperti : atonik, B1 Liquinox,
NPK
Di samping itu kita dapat pula memberikan tambahan makanan dari sisa-sisa organik rumah tangga :
Cucian air beras
Sisa air teh
Cucian daging
Kaldu /sayuran sisa
Bisa pula kita membuat ramuan dari bahan-bahan yang ada:
Larutan fetsin / sasa / miwon : 1 g per liter
Vitamin neurobion : sepertiga pil dalam satu liter air.
Air kelapa 150 ml dalam satu liter air.
Bisa pula kita membuat pupuk organik dari bahan-bahan yang ada:
Sisa-sisa makanan, sayuran, kulit dan sisa buah di blender hingga halus + gula 30 g + mikroba pengurai 2-5 ml. (bisa gunakan EM4)
Air kencing hewan, kelinci, kambing + air kelapa 200 ml + gula 30 g + mikroba pengurai 2 – 5 ml.

Pengobatan Hama dan Penyakit

            Untuk pengobatan kita dapat membuat dari bahan-bahan yang ada disekiling kita. Bila anggreknya sakit atau bagusnya digunakan untuk prefentif bisa digunakan:
Garlik/ ekstrak bawang putih.  Bawang putih sekitar 2- 3 siung diblender dan dilarutkan dalam satu liter air di berikan pada tanaman anggrek. Untuk tahap awal gunakan sedikit saja agar tanaman tidak kaget.
Bila terjadi serangan hama bisa disemprotkan dengan ekstrak tembakau. Sereh, atau mimba atau zodia sekitar 250 g dilarutkan dalam satu liter air.


Antisipasi Keterbatasan Lingkungan

            Kondisi lingkungan teras rumah atau halaman rumah berbeda-beda, tergantung lokasi dan kondisi teras dan halaman rumahnya.  Seringkali kendala yang di hadapi adalah :
Kurangnya sinar, baik intensitas maupun lamanya penyinaran.
Kelembaban yang sangat rendah atau kondisi yang sangat kering
Sinar yang terlalu terik dan suhu yang panas / tinggi
angin terlalu keras / besar atau sebaliknya kurang angin bahkan tidak ada angin.
Tidak pernah kena hujan atau sebaliknya kehujanan terus.

Intinya adalah bahwa kita harus mengatasi kondisi yang tidak baik tersebut, menjadi kondisi yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan pembungaan anggrek.
            Kekurangan sinar dapat di atasi dengan memberikan cermin sehingga sinar dapat di pantulkan kea rah tanaman aggrek tersebut, baik untuk tujuan menambah intensitas sinar maupun untuk memperlama penyinaran.  Misalnya bila halaman rumah sempit sehingga sinar baru masuk mulai jam 10 pagi dan sore sudah hilang jam 2 sore, untuk menambah panjang penyinaran maka kita bisa menggunakan cermin agar tanaman anggrek mendapatkan sinar lebih panjang. Bila sinar terlalu terik maka kita bisa membuat serupa naungan disekitar atas potnya saja. Atau bila kita ingin menambah lagi lamanya penyinaran maka kita bisa memberikan lampu penerangan agar tanaman dapat sinar lebih panjang (14 – 16 jam penyinaran)
            Untuk mengatur kelembaban bisa menggunakan sprayer dan timer, atau pot yang mengandung air (pot hidroponik), atau kolam di bawah tanaman anggrek dll  Bila terlalu sering terkena hujan maka ada baiknya di kurangi dengan memberi naungan anti hujan (bisa dari plastik)
            Demikian pula dengan angina, bila terlalu besar maka dapat diberi halangan agar anggrek tidak terlalu keras kena angina, dan sebaliknya bila tidak ada angina mak bisa diberi kipas kecil agar mendapatkan angina. Angin sangat penting untuk mengatur kelembaban dan transpirasi.

Membungakan Anggrek

            Untuk membungakan anggrek maka asupan makanan dan kondisi lingkungan harus memadai.  Bila anggrek sudah pernah berbunga maka sebenarnya anggrek tersebut sudah mencapai fase dewasa. Oleh sebab itulah maka kita tinggal menjaga pertumbuhannya yang baik, dan makanan yang memadai untuk cadangan pembungaan. Setelah itu maka tinggal dibantu dengan dorongan hormon kearah pembungaan maka anggrek akan berbunga.
            Memang dalam hal ini kita sebaiknya memilih anggrek yang mudah berbunga terlebih dahulu, baru kemudian bila kita sudah ahli merawat maka bisa memilih anggrek yang sulit berbunga. Jenis-jenis yang mudah berbunga adalah dendro, bulan, beberapa oncidium.
            Bila tanaman anggrek sudah pernah berbunga dan kita ingin tetap mudah berbunga, maka jangan di split atau di belah karena akan membuat anggrek akan menjadi lama lagi berbunga.
            Untuk memicu pembungaan anggrek selain kondisi anggrek yang harus sehat dan prima, maka perlu di picu dengan memberikan hormon giberelin, atau dapat memberikan vetsin/sasa/ miwon dalam jumlah yang cukup besar 20 - 80 mg /l.  Ditambah dengan pupuk bunga (yaitu pupuk yang memiliki kandungan unsur P yang tinggi.
            Untuk memperbesar calon bunga nggrek maka kita dapat memberikan vetsin/sasa/miwon sekitar 5 mg/l  ditambah dengan gula 20 g / liter disemprotkan ke akar, usahakan tidak ke tajuk agar mengurangi dampak jamuran atau bakteri.
            Untuk membuat anggrek berbunga lebih lama atau tahan lama maka bisa menggunakan hormon giberelin 2 mg /l  + hormon sitokinin 0,5 mg/l  + vitamin B1 5 mg/l , B6 2,5 mg/l,  B12  2,5 mg/l  + gula 20 g /l + antibiotic amoxsilin 50 mg/l

Bogor, 18 April 2011
Esha Flora

Subcategories